Jaringan Safe Migrant Batam Luncurkan Kampanye 24 Hari Penuh Kasih Sayang untuk Perempuan dan Anak - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jaringan Safe Migrant Batam Luncurkan Kampanye 24 Hari Penuh Kasih Sayang untuk Perempuan dan Anak

by BATAM NOW
29/Nov/2025 17:31
Jaringan Safe Migrant Batam Luncurkan Kampanye 24 Hari Penuh Kasih Sayang untuk Perempuan dan Anak

Ketua Jaringan Safe Migrant, Pdt Musa Mau (kiri) bersalaman dengan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Jaringan Safe Migrant Peduli Perempuan dan Anak resmi membuka rangkaian Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Aula Sekolah Yos Sudarso, Batam Center, Batam, Jumat (28/11/2025).

Meskipun Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan sudah dimulai sejak 25 November, Jaringan Safe Migrant memilih momen ini untuk peluncuran kampanye yang berlangsung hingga 18 Desember 2025.

Kampanye ini merupakan bagian dari gerakan global 16 Days Of Activism Against Gender Violence yang pertama kali digagas pada 1991 dan terus berkembang di Indonesia melalui Komnas Perempuan sejak 2001.

Di Batam, periode kampanye diperpanjang menjadi 24 hari dengan tema “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman,” menandai periode dari Hari Internasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan hingga Hari Migran Internasional pada 18 Desember.

Menurut Ketua Jaringan Safe Migrant, Pdt Musa Mau, angka kekerasan terhadap perempuan, anak, dan korban perdagangan orang di Batam terus mengkhawatirkan.

Pada 2023 tercatat 206 kasus dan pada 2024 naik menjadi 209 kasus yang berhasil didampingi oleh 15 lembaga di jaringan ini.

Hal ini menjadi dorongan kuat agar pemerintah dan masyarakat luas lebih berperan aktif dalam menciptakan ruang yang benar-benar aman dan terlindungi untuk kelompok rentan ini.

Kampanye tahun ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, aparatur negara, dan masyarakat dalam menangani kasus kekerasan.

Jaringan juga menyerukan pemerintah agar lebih gencar mensosialisasikan dan menerapkan perundang-undangan terbaru demi perlindungan perempuan dan anak.

Berbagai kegiatan menarik akan digelar sepanjang masa kampanye, antara lain talkshow pembuka (28 November), peringatan Hari Relawan Internasional (5 Desember), Hari HAM Sedunia (10 Desember), hingga penutupan di Hari Migran Internasional (18 Desember) lengkap dengan pemaparan catatan akhir tahun.

Ketua Jaringan Safe Migrant Pdt Musa Sau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung dalam kampanye ini, demi meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama terhadap pencegahan kekerasan gender.

“Dengan nilai kasih sayang dan keadilan, kami berkomitmen memperjuangkan ruang aman serta menuntut negara hadir memberikan keadilan, perlindungan, dan pemulihan kepada perempuan dan anak,” ujarnya.

Kampanye “24 Hari Penuh Kasih Sayang” ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih peduli dan responsif terhadap isu kekerasan berbasis gender dan eksploitasi, terutama bagi perempuan dan anak dalam konteks migrasi.

Ketua Komisi Keadilan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Romo Paschal, mengatakan jaringan Safe Migrant setiap tahun menangani ratusan korban kekerasan perempuan dan anak.

“Jaringan Safe Migrant itu berkisar 180 sampai 200 korban kekerasan yang kita tangani setiap tahun dengan berbagai jenis korban baik kekerasan seksual, kekerasan psikis, kekerasan rumah tangga maupun tindak pidana perdagangan orang,” ucapnya.

Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Chrisanctus Paschalis Saturnus atau akrab disapa Romo Paschal. (F: BatamNow)

Romo Paschal juga mengatakan kampanye-kampanye seperti ini sangat perlu untuk melakukan penyadaran kepada setiap orang bahwa kekerasan itu tidak boleh dilakukan.

“Kampanye-kampanye seperti ini perlu dilakukan untuk penyadaran kepada setiap orang bahwa kekerasan itu tidak pernah boleh dilakukan dan juga mengajak semua orang untuk berani menyampaikan siapa tahu ada kekerasan yang dialami harus berani berbicara untuk menghentikan kekerasan itu,” tutupnya. (H)

Berita Sebelumnya

APPEKNAS Jadi Narasumber di Rapim Kadin Indonesia 2025

Berita Selanjutnya

Gold Coast Buka Rute Baru ke Singapura, Batam Lampaui Negara Lawrence Wong Jumlah Pelabuhan Feri

Berita Selanjutnya

Gold Coast Buka Rute Baru ke Singapura, Batam Lampaui Negara Lawrence Wong Jumlah Pelabuhan Feri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com