BatamNow.com – Jasad Sintia Mayangsari (11) yang ditemukan mengapung tertelungkup di Empang, Kawasan Telaga Punggur Jumat (11/12/2020), masih berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Nongsa.
Pemeriksaan medis penyebab kematiannya belum dilakukan karena masih menunggu hasil swab PCR Covid-19 dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kesehatan, Batam.
“Baru pemeriksaan swab Covid-19. Belum keluar hasilnya dari BTKL-PP,” kata sumber BatamNow.com di RS Bhayangkara, Sabtu (12/12).
Liputan media ini Jumat (11/12), Sintia siswi SD 009 itu ditemukan tewas mengapung dengan posisi tubuh tertelungkup di empang di kawasan Telaga Punggur, Batam.
Jenazah Sintia pertama sekali ditemukan oleh warga. Saat ditemukan mengenakan pakaian lengkap, kaos berwarna merah dan celana jins.
Anak kandung Suhardin dan Rostian itu pergi meningalkan rumahnya di Bukit Pelita Indah, blok C5-88 , RT 06/RW 20 Telaga Punggur ,Kamis (10/12) sekitar pukul 14.00.
Karena tak kunjung pulang ke rumah pihak keluarga pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Nongsa Kamis (10/12) malam sekitar pukul 21.00.
Esoknya sekitar pukul 12.00, empat anak-anak hendak mencuci tangan di empang itu dan melihat ada sosok mayat mengapung lalu melaporkan ke Ketua RT dan Ketua RW setempat.
Hingga kini spekulasi kecurigaan atas kematian Sintia berkembang. Sebab, Sintia, sepanjang hidupnya tak pernah bermain ke empang yang terpaut sekitar 1 Km dari rumahnya itu.
Perempuan yang supel dan taat beribadah itu, seyogianya berulang tahun ke-11, hari Sabtu (12/12) ini.
“Dia tipe anak yang supel dan mudah berteman. Anaknya baik dan rajin mengaji,” kata beberapa warga yang berduka di rumah Sintia kepada BatamNow.com.(Hendra)

