BatamNow.com – Dua jenazah lagi pasangan suami istri korban tertimbun tanah longsor di Perumahan Tiban Koperasi ditemukan tim gabungan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) Kepri (Batam) Senin (13/01/2025) sore.
Keduanya adalah Dony Aprianto berusia 53 tahun dan istrinya Linda Luciana berusia 49 tahun.
Jenazah pasangan suami istri itu selanjutnya dibawa ke RS BP Batam di Sekupang.
@batamnow Dua jenazah lagi pasangan suami istri korban tertimbun tanah longsor di Perumahan Tiban Koperasi ditemukan tim gabungan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) Kepri (Batam) Senin (13/01/2025) sore. Keduanya adalah Dony Aprianto berusia 53 tahun dan istrinya Linda Luciana berusia 49 tahun Jenazah pasangan suami istri itu selanjutnya dibawa ke RS BP Batam di Sekupang. Dijelaskan oleh Komandan Tim Posko Basarnas Batam, Dedius, yang pertama kali ditemukan adalah jenazah Linda, lalu 1 setengah jam kemudian jasad Dony suaminya. “Korban pertama dengan korban kedua itu berjarak 1,5 jam. Yang pertama ditemukan cewek, yang kedua cowok,” kata Dedius kepada wartawan di lokasi longsor, di depan puing-puing rumah beralamat Blok S Nomor 28A. Baca beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypage #longsorbatam #tibankoperasi ♬ sad – Lounge Vibes
Dijelaskan oleh Komandan Tim Posko Basarnas Batam, Dedius, yang pertama kali ditemukan adalah jenazah Linda, lalu 1 setengah jam kemudian jasad Dony suaminya.
“Korban pertama dengan korban kedua itu berjarak 1,5 jam. Yang pertama ditemukan cewek, yang kedua cowok,” kata Dedius kepada wartawan di lokasi longsor, di depan puing-puing rumah beralamat Blok S Nomor 28A.

Perkiraan dia, kedua korban tertimbun terpisah masih pada posisi ruang kamar mereka di kedalaman sekitar 2 meter. Kamar itu berada di bagian belakang rumah yang berhadapan dengan bukit asal tanah longsor.

Ia katakan, selang waktu penemuan antara kedua korban disebabkan kendala cuaca, tingginya puing bercampur tumpukan longsor dan kehati-hatian agar proses pengerukan tak melukai tubuh korban.
“Untuk kondisi luka sepertinya tadi hanya cidera karena benturan di seluruh badan. Kondisi korban utuh,” jelasnya.

Dengan ditemukannya kedua korban ini, maka operasi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai.
“Dengan ditemukannya korban 2 orang ini, operasi SAR tanah longsor di Perumahan Tiban Koperasi kami anggap selesai,” jelasnya.
Menurut Dedi, pencarian sudah berlangsung sejak Minggu dini hari pukul 01.00. Sementara ekskavator diterjunkan pada pukul 08.00 WIB.
Dony dan Linda Berasal dari Bangka
Didapat informasi, Dony sendiri lahir tahun 1971 di Sungai Liat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung dan istrinya Linda Luciana lahir tahun 1975 di Toboali, Sungai Liat, Bangka, Provinsi Bangka Belitung.
Sementara anak lelaki semata wayangnya Pranaya Dirga yang masih duduk di sekolah SMA di Batam masih dirawat di RS BP Batam, di Sekupang.
Dony dan Luciana dikenal banyak orang sebagai penjual pemilik warung nasi ayam Jawara yang memiliki 5 cabang tersebar mulai dari Tiban Center, Pasar Tiban, Gedong Cafe, dan Cipta Puri.

Menurut warga di Tiban Koperasi, Pranaya selamat dari reruntuhan tanah longsor karena berada di kamar depan. Ayah dan ibunya berada di kamar bagian belakang rumah itu sebelah arah longsoran tanah datang.
Sementara 2 korban lainnya adalah Mujadi dan Sukarni pasangan suami istri yang tinggal di rumah blok S nomor 27A.
Jumlah korban luka yang mendapat perawatan dari 5 rumah tertimpa tanah longsor sebanyak 13 orang.
Pantauan BatamNow.com, banyak warga meminta doa untuk para korban baik yang selamat maupun yang meninggal. (D/red)

