Jenazah Tiga Korban Tugboat Terbalik di ASL Shipyard Batam Diserahkan ke Keluarga: Kapten, Chief dan KKM - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jenazah Tiga Korban Tugboat Terbalik di ASL Shipyard Batam Diserahkan ke Keluarga: Kapten, Chief dan KKM

by BATAM NOW
07/Mar/2026 08:38
Jenazah Tiga Korban Tugboat Terbalik di ASL Shipyard Batam Diserahkan ke Keluarga: Kapten, Chief dan KKM

Kolase foto jenazah tiga korban tewas dalam peristiwa terbaliknya tugboat "Mega" di perairan sekitar PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Jenazah tiga kru kapal yang menjadi korban tewas akibat terbaliknya tugboat “Mega” di perairan sekitar kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Batam pada Jumat (06/03/2026), diserahkan ke pihak keluarga.

Pemulangan jenazah dari Rumah Sakit (RS) Mutiara Aini di Kecamatan Batu Aji, setelah pihak keluarga mendapatkan surat dari Polair Polda Kepri yang menangani insiden tersebut.

Frengky dari agensi kapal tersebut, mengatakan pihaknya telah memberikan penjelasan kepada pihak keluarga korban.

“Kita tadi sudah memberikan penjelasan sama keluarga yang sepatutnya. Mereka terima dan kewajiban perusahaan sudah disampaikan ke pihak keluarga dan mereka sudah menerima,” katanya kepada wartawan di RS Mutiara Aini, Sabtu (07/03) dini hari.

Pantauan di lokasi, yang pertama kali dipulangkan dari ruang jenazah RS Mutiara Aini adalah jasad Abdul Rahman.

Dengan ambulans, jenazah kapten kapal tugboat itu dibawa ke rumahnya di Tiban Taman Sari, Sekupang.

Jenazah Abdul Rahman, kapten kapal tugboat Mega yang terbalik di perairan kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Setelah itu, menyusul jenazah Guntur Pardede chief kapal yang dibawa pulang ke Tiban Kampung.

Jenazah Guntur Pardede, chief kapal tugboat Mega yang terbalik di perairan kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Pemulangan terakhir, sekira pukul 01.15 WIB, terhadap jenazah Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/ KKM) yang dibawa ke Tembesi.

Jenazah Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin/ KKM) kapal tugboat Mega yang terbalik di perairan kawasan PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo menjelaskan bahwa dari lima kru kapal, ada satu orang selamat dan satu lagi masih terjebak di ruang mesin belum bisa dievakuasi.

“Satu orang ditemukan selamat, tiga meninggal dunia, yang satu lagi masih berada di dalam kapal dan kita masih belum bisa pastikan,” kata Bayu Rizky, Jumat (06/03) malam.

@batamnow Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal (shipyard) PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam. Satu unit kapal pandu (tugboat) bernama Mega yang sedang beraktivitas memandu kapal Kyparissia untuk sandar dilaporkan terbalik di perairan sekitar shipyard tersebut pada Jumat (06/03/2026) sore. Insiden tersebut menewaskan tiga orang anak buah kapal (ABK). Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian terdapat lima orang kru di atas tugboat tersebut. Kapal pemandu itu tiba-tiba terbalik ketika sedang melakukan proses pemanduan kapal untuk sandar di area galangan. Akibat peristiwa itu, seluruh kru tercebur ke laut. Dari lima orang kru, satu orang berhasil diselamatkan, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya masih terjebak di tugboat dan belum bisa dievakuasi hingga malam ini. “Satu orang ditemukan selamat, tiga meninggal dunia, yang satu lagi masih berada di dalam kapal dan kita masih belum bisa pastikan,” kata Kapolsek Batu Aji, AKP Bayu Rizky Subagyo kepada BatamNow.com, Jumat (06/03) malam. Menurutnya, penyelam telah mencoba mengevakuasi namun proses dihentikan karenaada tumpahan minyak yang berpotensi membahayakan tim penyelamat. Tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Abdul Rahman, Guntur Pardede, dan Jhonson Bartuahman Damanik. Ketiganya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RS Mutiara Aini Batam. AKP Bayu Rizki menjelaskan kronologi singkat kejadian itu. “Jam 14.30 itu kapal anchor mulai sandar dibantulah sama kapal tugboat. Nah pada pukul 15.00 kapal itu terbalik, kapal tugboat itu,” jelasnya. “Pukul 15.30 itu tim gabungan dari Basarnas dan Polair Polda Kepri tiba di lokasi, langsung upaya evakuasi,” tambahnya. Wakapolsek Batu Aji, Iptu Andi Pakpahan, saat dikonfirmasi awak media juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tugboat yang memandu kapal sandar tiba-tiba terbalik sehingga para kru jatuh ke laut. “Benar telah terjadi dugaan kecelakaan kerja di perairan sekitar galangan kapal ASL. Tugboat yang sedang memandu kapal sandar terbalik saat cuaca hujan dan angin kencang,” ujar Andi. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pantauan di kamar jenazah RS Mutiara Aini Batu Aji, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Sejumlah keluarga terlihat menangis setelah mengetahui anggota keluarga mereka menjadi korban dalam insiden tersebut. Catatan Kecelakaan Kerja di ASL Shipyard Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard tercatat menelan sedikitnya 19 korban jiwa. Peristiwa kecelakaan terbesar terjadi pada 15 Oktober 2025 ketika kebakaran dan ledakan melanda kapal tanker Federal II yang sedang menjalani perbaikan di galangan tersebut. Insiden itu adalah kejadian kedua pada kapal yang sama dan menewaskan 14 pekerja serta melukai puluhan pekerja lainnya. Sementara ledakan pertama kapal Federal II pada 24 Juni 2025, menewaskan 4 orang dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Sementara pada 29 Desember 2025, seorang pekerja subkontraktor juga dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat melakukan pekerjaan di area galangan PT ASL Shipyard. Jika digabung dengan insiden tugboat terbalik yang terjadi hari ini dan menewaskan tiga ABK, maka dalam kurun waktu 2025 hingga awal 2026 sedikitnya 22 pekerja dan kru kapal dilaporkan meninggal dunia dalam berbagai kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan PT ASL Shipyard Indonesia. Sementara Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat inspeksi mendadak ke PT ASL Shipyard Indonesia pada Selasa (14/02), mengungkapkan sudah ada 20 korban jiwa di galangan kapal tersebut… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamviral #batamnews #batampunyacerita #fyp #batamtiktok #fypdong #semuatentangbatam ♬ original sound – BatamNow.com

Menurutnya, penyelam telah mencoba mengevakuasi namun proses dihentikan karena ada tumpahan minyak/oli yang dinilai berpotensi membahayakan tim penyelamat.

Baca Juga:  Aktivitas Shipyard PT ASL di Batam Makan Korban Lagi: Tiga Meninggal, Satu Belum Bisa Dievakuasi

AKP Bayu Rizki menjelaskan kronologi singkat kejadian itu.

“Jam 14.30 itu kapal anchor mulai sandar dibantulah sama kapal tugboat. Nah pada pukul 15.00 kapal itu terbalik, kapal tugboat itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada pukul 15.15 WIB di hari tugboat terbalik, tim penyelam (diver) dari PT Global Marine Engineer yang menemukan 3 kru kapal dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara hingga kini, belum ada penjelasan konrket mengenai penyebab pasti terbaliknya tugboat yang disebut sedang melakukan kegiatan tunda kapal Kyparissia itu.

Berdasarkan aplikasi VesselFinder, Kyparissia adalah kapal kargo dengan bobot 48.338 GT/ 70.461 DWT, dan saat ini sedang tambat/berlabuh di salah satu jetty di sekitar kawasan PT ASL Shipyard Indonesia.

Tangkapan layar aplikasi VesselFinder mengenai kapal Kyparissia dan posisinya pada Sabtu (07/03/2026) sekira pukul 14.50 WIB. (f: VesselFinder)

Satu kru tugboat yang ditemukan selamat, dalam kondisi mengapung di atas air.

Untuk satu lagi kru yang terjebak dalam ruang mesin, lanjutnya, sempat merespons tim diver.

“Karena pada saat tim diver melakukan pencarian, korban sempat memberikan respons dengan membalas ketukan besi yang dilakukan oleh tim diver PT Global Marine Engineer,” terang AKP Bayu Rizki. (H)

Berita Sebelumnya

Peristiwa Maut Berulang, Akankah Izin PT ASL Shipyard Indonesia di Batam Dicabut?

Berita Selanjutnya

Dukung Kegiatan Rumah Suluk di Rohil, BRK Syariah Serahkan Bantuan Program Kemitraan

Berita Selanjutnya
Dukung Kegiatan Rumah Suluk di Rohil, BRK Syariah Serahkan Bantuan Program Kemitraan

Dukung Kegiatan Rumah Suluk di Rohil, BRK Syariah Serahkan Bantuan Program Kemitraan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com