Jokowi Heran BUMN Sakit Kok Dapat Suntikan Modal Negara - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Jokowi Heran BUMN Sakit Kok Dapat Suntikan Modal Negara

17/Okt/2021 08:16
Jokowi Tiba-Tiba Ingatkan Lagi Warga Jangan Sepelekan Corona

Presiden Joko Widodo (Jokowi). (F: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan kondisi keuangan yang sakit. Sebab, berkali-kali perusahaan pelat merah sakit tersebut malah mendapatkan suntikan modal atau penyertaan modal negara (PMN).

“Sehingga kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf. Terlalu enak sekali,” ungkap Jokowi dalam pengarahan bersama Direktur Utama BUMN, Sabtu (16/10/2021).

Dilansir CNNIndonesia.com, Jokowi mengatakan pemberian perlindungan melalui PMN mengurangi nilai yang dibangun BUMN. Salah satunya nilai kompetisi yang membuat perseroan tidak berani bersaing mengambil risiko dan tidak dijalankannya nilai profesionalisme.

Dia pun menegaskan Menteri BUMN Erick Thohir untuk tidak memberikan pendanaan bagi perusahaan dengan kondisi keuangan yang sekarat. “Sudah lupakan pak Menteri. Lupakan proteksi-proteksi itu,” ujarnya.

Jokowi menuturkan hal itu mengingat visi negara untuk BUMN sudah jelas, yakni dapat mendunia dan bersaing secara global.

Jokowi mengancam akan membubarkan perusahaan yang tidak sehat karena modal penyertaan yang diberikan kepada perseroan membuat visi tersebut terlupakan.

“Kalau saudara-saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dengan adaptasi secepat-cepatnya, kalau pak Menteri sampaikan ke saya, ‘Pak, ini ada perusahaan seperti ini, kondisinya BUMN’. Kalau saya langsung, ‘tutup saja’. Nggak ada selamet-selametin kalau sudah begitu,” cetus Jokowi.

Baca Juga:  Diduga Klinik L'VIORS Batam Belum Memiliki Perizinan Lengkap. Kadis DPM-PTSP: Saya Cek Dulu

Jokowi pun mendorong para direktur utama BUMN yang hadir untuk mengembangkan model bisnis dan teknologi. Dengan demikian, bisa beradaptasi dengan keadaan yang dinamis seperti pandemi Covid-19.

Ia optimistis sejumlah perusahaan dunia mau bekerja sama dengan perusahaan pelat merah dalam negeri. Pasalnya, prospek Indonesia dalam 10-20 tahun ke depan dapat menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia.

Sebelumnya, pemerintah telah menyuntikkan dana sebesar Rp 106 triliun hingga 2022. Ekonom UI Faisal Basri menilai seharusnya Erick Thohir tidak berfokus pada penyertaan modal negara, melainkan menyelamatkan nyawa masyarakat di tengah pandemi.

Sebagian dana tersebut telah disuntikkan ke sejumlah BUMN seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapat Rp 7,9 triliun, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapat Rp 7 triliun, hingga PT Hutama Karya (Persero) mendapat Rp 19 triliun.

Pada 2022, PMN yang telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI akan disalurkan kepada 12 perusahaan pelat merah sebesar Rp 71,44 triliun. (*)

Berita Sebelumnya

Turun Peringkat, KONI Kepri Bakal Evaluasi Hasil PON XX Papua

Berita Selanjutnya

Rudi Optimis Peningkatan Infrastruktur Dongkrak Ekonomi Batam

Berita Selanjutnya
Rudi Optimis Peningkatan Infrastruktur Dongkrak Ekonomi Batam

Rudi Optimis Peningkatan Infrastruktur Dongkrak Ekonomi Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com