BatamNow.com, Jakarta – Hasil kurang memuaskan yang diperoleh Kontingen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua bakal dievaluasi.
Hingga akhir penyelenggaraan, kontingen Kepri hanya meraih 2 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu, dan berada di peringkat 27 dari 34 provinsi pesertanya.
“Perolehan medali emas saat ini turun dibandingkan pada PON Jabar 2016. Saat itu, atlet Kepri meraih 9 medali emas,” kata Dadang AG Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri, Sabtu (16/10/2021).
Di PON XX Papua, hanya cabang olahraga layar yang menyumbangkan medali emas. Itu pun jumlahnya turun dibandingkan pada PON Jabar 2016. Atlet layar Kepri saat itu meraih 5 medali emas.
Dari sisi peringkat, lanjut Dadang, juga turun. Saat PON di Jabar, Kepri berada di urutan 19. “Itu sebenarnya sudah meningkat karena pada PON sebelumnya Kepri berada di urutan 22,” terangnya.
Dia menegaskan, KONI Kepri akan mengevaluasi hasil PON Papua, yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. “Penurunan peringkat pada PON Papua itu, salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19, di mana para atlet tidak bisa latihan maksimal,” tuturnya.
Dadang menjelaskan, keterbatasan atlet untuk mengikuti latihan secara terpusat, sejak Maret 2020 lalu, telah menyebabkan atlet terpaksa melakukan latihan mandiri secara terbatas. Kondisi ini yang dinilai menyebabkan pelatihan menjadi tidak sempurna.
Diakuinya juga, perhatian pemerintah daerah terhadap dunia olahraga masih jauh dari harapan bila dibandingkan dengan provinsi lain. Seringkali para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga terpaksa menggunakan uang pribadi untuk mengikuti kejuaraan, baik yang berskala nasional maupun internasional.
Menurutnya, pengalaman bertanding sangatlah mempengaruhi mental, ketajaman teknik, fisik dan motivasi atlet untuk berkembang lebih baik.
Dikatakannya, kewajiban membangun dan mengembangkan olahraga itu merupakan kewenangan pemerintah. Sementara KONI tugasnya mengayomi dan melakukan pembinaan. (RN)

