Turun Peringkat, KONI Kepri Bakal Evaluasi Hasil PON XX Papua - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Turun Peringkat, KONI Kepri Bakal Evaluasi Hasil PON XX Papua

by BATAM NOW
16/Okt/2021 22:06
Wakil Gubernur Sambut Kedatangan Kontingen Kepri pada PON XX di Papua

Wakil Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina menyambut kedatangan Kontingen Kepri pada PON XX  2021 di Provinsi Papua, Jumat (15/10/2021). (F: Pemprov Kepri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Hasil kurang memuaskan yang diperoleh Kontingen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua bakal dievaluasi.

Hingga akhir penyelenggaraan, kontingen Kepri hanya meraih 2 medali emas, 5 perak dan 4 perunggu, dan berada di peringkat 27 dari 34 provinsi pesertanya.

“Perolehan medali emas saat ini turun dibandingkan pada PON Jabar 2016. Saat itu, atlet Kepri meraih 9 medali emas,” kata Dadang AG Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri, Sabtu (16/10/2021).

Di PON XX Papua, hanya cabang olahraga layar yang menyumbangkan medali emas. Itu pun jumlahnya turun dibandingkan pada PON Jabar 2016. Atlet layar Kepri saat itu meraih 5 medali emas.

Dari sisi peringkat, lanjut Dadang, juga turun. Saat PON di Jabar, Kepri berada di urutan 19. “Itu sebenarnya sudah meningkat karena pada PON sebelumnya Kepri berada di urutan 22,” terangnya.

Dia menegaskan, KONI Kepri akan mengevaluasi hasil PON Papua, yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah daerah. “Penurunan peringkat pada PON Papua itu, salah satu penyebabnya adalah pandemi Covid-19, di mana para atlet tidak bisa latihan maksimal,” tuturnya.

Baca Juga:  Jaksa Tuntut Kedua Likuidator PT SIS Satu Tahun Penjara

Dadang menjelaskan, keterbatasan atlet untuk mengikuti latihan secara terpusat, sejak Maret 2020 lalu, telah menyebabkan atlet terpaksa melakukan latihan mandiri secara terbatas. Kondisi ini yang dinilai menyebabkan pelatihan menjadi tidak sempurna.

Diakuinya juga, perhatian pemerintah daerah terhadap dunia olahraga masih jauh dari harapan bila dibandingkan dengan provinsi lain. Seringkali para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga terpaksa menggunakan uang pribadi untuk mengikuti kejuaraan, baik yang berskala nasional maupun internasional.

Menurutnya, pengalaman bertanding sangatlah mempengaruhi mental, ketajaman teknik, fisik dan motivasi atlet untuk berkembang lebih baik.

Dikatakannya, kewajiban membangun dan mengembangkan olahraga itu merupakan kewenangan pemerintah. Sementara KONI tugasnya mengayomi dan melakukan pembinaan. (RN)

Berita Sebelumnya

Setelah 8 Hari, Akhirnya Menghubungi Orangtuanya. Mulyadi Mengaku Tak Sadar Sudah Sampai di Aceh

Berita Selanjutnya

Jokowi Heran BUMN Sakit Kok Dapat Suntikan Modal Negara

Berita Selanjutnya
Jokowi Tiba-Tiba Ingatkan Lagi Warga Jangan Sepelekan Corona

Jokowi Heran BUMN Sakit Kok Dapat Suntikan Modal Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com