BatamNow.com – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan bahwa event Sea Eagle Boat Race di Belakang Padang masuk kalender pariwisata dan akan digelar lagi tahun depan.
“Oh jelas, masuk kalender pariwisata. Dan tahun depan dari PODSI Pusat sudah mengagendakan event ini di bulan Desember nantinya,” kata Ardiwinata kepada BatamNow.com, usai event Batam International Sea Eagle Boat Race 2025 di Pulau Belakang Padang, Minggu (30/11/2025).
@batamnow Ribuan pengunjung mendatangi Pulau Belakang Padang, Kota Batam, selama tiga hari pelaksanaan event Batam International Sea Eagle Boat Race 2025. Hari ini, Minggu (30/11/2025), adalah babak final balapan perahu tradisional berhiaskan kepala elang laut yang sempat vakum selama 12 tahun. Temanya: Nostalgia Kebudayaan dan Kebanggaan Kota Batam. Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad hadir dan melepas sendiri partai final balapan yang dibagi menjadi tiga kategori: eksibisi (wanita), umum, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam. Dalam sambutan, Amsakar mengungkapkan keinginannya agar event ini tetap digelar ke depannya, setelah sempat hiatus selama 12 tahun. “Kita ingin tetap hidup kembali. Karena efeknya, multiplier effect yang diberikan event ini luar biasa. Paling tidak penambang pancung kita selama tiga hari ini volume pengangkutannya pasti lebih tinggi,” katanya, di Dataran Elang-elang Laut Belakang Padang, Minggu siang. Dampak berganda (multiplier effect) lainnya, kata Amsakar, juga dirasakan pelaku UMKM, pengusaha kuliner, hingga penyedia penginapan di Belakang Padang. “Pada setiap event pariwisata, multiplier effect-nya dari hulu sampai ke hilir. Itu pasti akan tumbuh dan berkembang. Karena itulah saya ingin bagaimana event-event yang selama ini kita lakukan tidak boleh mati, harus kembali dihidupkan,” ucapnya. Pantauan BatamNow.com di lokasi, terlihat ribuan orang memadati areal Dataran Elang-elang Laut, mulai dari dermaga kedatangan hingga pelantar Bea Cukai. Untuk peningkatan pelaksanaan event internasional itu ke depannya, Amsakar memberikan beberapa masukan terkait teknis perlombaan, penyebaran informasi pendaftaran ke luar Batam, sarana lokasi penonton dan perbaikan dok start di perairan dekat Dataran Elang-elang Laut. “Jadi levelnya harus sudah lebih baik,” pesannya. Baca Selengkapnya di BatamNow.com #batam #batamnow #fypdong #batamhits #batamtiktok #semuatentangbatam #batampunyacerita #batamnews #batamviral #amsakarachmad #liclaudiachandra #belakangpadang ♬ original sound – BatamNow.com
Perlombaan perahu tradisional dengan hiasan kepala elang khas Pulau Penawar Rindu tersebut, sempat hiatus selama 12 tahun, dan mulai digelar kembali pada tahun ini.
“Tadi pak wali kota sudah bilang menitip kembali event ini. Kemudian anggota Dewan kita juga sudah menyampaikan semalam waktu pembukaan dihadiri oleh bapak wakil ketua DPRD Kota Batam, bapak Aweng juga hadir kemarin untuk memberikan support dukungan yang sama,” jelas Ardiwinata.

Batam International Sea Eagle Boat Race 2025 tahun ini digelar di perairan Dataran Elang-elang Laut, dengan tema “Nostalgia Kebudayaan dan Kebanggaan Kota Batam”.
“Event ini adalah event nostalgia. Artinya bagaimana yang dulu terlibat, kemudian yang ingin terlibat, yang dulu hanya dapat cerita, sekarang dapat nyatanya. Artinya event ini tahun ini benar-benar bernostalgia terlebih dahulu,” terangnya.

Ardiwinata juga mengatakan, pihak Disbudpar akan meningkatkan event Sea Eagle Boat Race selanjutnya.
“Insya Allah peningkatan event-nya akan kita laksanakan di tahun depan seperti mungkin sistem pertandingan, kemudian material pendukung pertandingan, kemudian cabang-cabang kita tambah lagi,” tukasnya.

Ardiwinata menjelaskan, ada multiplier effect khususnya untuk perekonomian masyarakat selama pelaksanaan event yang menghadirkan peserta dari Batam, luar kota, bahkan mancanegara ini.
Ia juga berharap, melalui event ini Kota Batam khusiusnya dari Belakang Padang dapat menghasilkan atlet-atlet yang turut berpartisipasi di pertandingan kancah nasional bahkan internasional membela Indonesia.
Event ini melibatkan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) sebagai juri.
“Dan kita menggandeng dari PODSI pusat sebagai judges atau jurinya. Jadi mengarah lebih kepada ke profesional seperti ini,” ucapnya.
Estimasi sementara, ada 3.000 pengunjung yang hadir menyaksikan partai final, di hari ketiga event Batam International Sea Eagle Boat Race 2025.
“Memang setelah after event kita akan punya data statistik dalam hal berapa terjadinya transaksi, pengunjung, kemudian efek-efek yang lainnya itu akan segera setelah after event,” pungkasnya.
Event ini ditutup oleh Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad yang sebelumnya melepas start balapan Sea Eagle Boat yang dibagi menjadi tiga kategori: eksibisi (wanita), umum, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam.

Ia ingin event ini tetap digelar ke depannya, setelah sempat vakum selama 12 tahun.
“Kita ingin tetap hidup kembali. Karena efeknya, multiplier effect yang diberikan event ini luar biasa. Paling tidak penambang pancung kita selama tiga hari ini volume pengangkutannya pasti lebih tinggi,” katanya, Minggu siang.
Disebutkan panitia, setidaknya ada 30 tim menjadi peserta Batam International Sea Eagle Boat Race 2025.
Kategori umum diikuti peserta dari Johor, Singapura, Terengganu, Sulawesi, Jawa Barat, dan Batam.
Lalu kategori antar-OPD yang melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam. Kemudian kategori eksibis (wanita). (D)



