Kasus Covid Meroket, AS Minta Warga Tinggalkan Shanghai China - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kasus Covid Meroket, AS Minta Warga Tinggalkan Shanghai China

12/Apr/2022 15:40
Kasus Covid Meroket, AS Minta Warga Tinggalkan Shanghai China

Kota Shanghai. (F: AFP)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memerintahkan semua staf pemerintah non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Shanghai, China. Bahkan, kementerian juga meminta warga AS mempertimbangkan kembali perjalanan ke China.

Pengumuman dikeluarkan Senin (11/04/2022) sebagaimana dikutip CNBC International Selasa. Ini seiring dengan meningkatnya Covid-19 di pusat keuangan China itu.

“Pertimbangkan kembali perjalanan ke Republik Rakyat China (RRC) karena penegakan hukum setempat yang sewenang-wenang dan terdapat pembatasan terkait Covid-19,” kata Departemen Luar Negeri.

“Jangan (juga) bepergian ke Hong Kong, Provinsi Jilin, dan Kota Shanghai karena pembatasan terkait Covid-19, termasuk risiko orang tua dan anak-anak dipisahkan.”

Sebelumnya, AS juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan pada 8 April dengan bahasa yang sama. Isinya tentang peringatan bahwa “penegakan hukum setempat bisa sewenang-wenang” dalam pembatasan Covid-19.

Bahkan warga AS telah diminta evakuasi secara sukarela. “Tuduhan tak berdasar” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian menjawab peringatan perjalanan AS.

Dalam beberapa pekan terakhir, China daratan memang menghadapi wabah Covid-19 terparah sejak fase awal pandemi pada awal 2020. Shanghai termasuk yang paling terpukul, bahkan sempat di-lockdown, meski kini pemerintah memulai pelonggaran.

Baca Juga:  BMKG Batam: Kepri Minggu Ini Hujan Sedang-Lebat Tapi Tak Ekstrem

China melaporkan 1.184 kasus Covid-19 baru bergejala dan 26.411 tanpa gejala pada hari Minggu. Ini merupakan salah satu rekor kasus tertinggi yang dialami negara itu.

“Karyawan dan anggota keluarga akan berangkat dengan penerbangan komersial. Departemen Luar Negeri memerintahkan keberangkatan karena wabah Covid-19 yang sedang berlangsung,” kata US Mission China, Selasa.

WHO Pantau China

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO pun telah mengumumkan mengamati secara detail kasus Covid-19 yang terjadi di China. Pasalnya, jumlah kasus di negara itu tiba-tiba meledak dan varian Omicron BA.2 dianggap sebagai penyebabnya.

Direktur program imunisasi dan vaksin WHO, Dr Kate O’Brien, mengatakan badan tersebut juga telah berhubungan dengan otoritas kesehatan masyarakat di China. Ini untuk mendapatkan data lengkap terkait vaksinasi di negara itu.

“Kami akan terus mengikuti situasi ini, karena terus muncul dan saat mereka menanggapi situasi. Sehingga kami dapat memahami sifat kasus, status vaksinasi yang mendasari dan komponen lain di sana,” kata O’Brien saat konferensi pers. dari kantor pusat organisasi di Jenewa. (*)

   sumber: CNBC Indonesia
Berita Sebelumnya

LBH Suara Keadilan Bantu Gratis Masyarakat Berperkara di Pengadilan Agama Batam

Berita Selanjutnya

Harga Minyak Dunia Terjungkal Buntut Lockdown China

Berita Selanjutnya
Harga Minyak Dunia Terjungkal Buntut Lockdown China

Harga Minyak Dunia Terjungkal Buntut Lockdown China

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com