BatamNow.com – Sejak 2021, Ditreskrimsus Polda Kepri telah menangani pengusutan dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar.
Sebagaimana diberitakan media ini kasus tersebut menyita perhatian publik setelah melibatkan sederet nama besar di BP Batam.
Mantan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pernah dipanggil penyidik, tentu terkait kasus ini.
Sekitar 75 pegawai diperiksa, termasuk dua pejabat tinggi BP Batam.
Fesly Abadi Paranoan—rumahnya juga digerebek penyidik pada 19 Maret 2025, bersamaan dengan penggeledahan kantor BP Batam di Gedung BIFZA Annex I.
Namun hingga kini, status hukum para pihak yang diperiksa masih abu-abu, termasuk Fesly.
@batamnow Tim Ditreskrimsus Polda Kepri mengakankan berkas sebanyak tiga kardus besar, hasil penggeledaan gedung BIFZA Annex 1 Kantor BP Batam, hari ini, Rabu (19/03/2025). Amatan BatamNow.com di lokasi, penggeledahan usai sekira pukul 17.00 WIB. Personel Polda Kepri memasukkan tiga karton besar berisi berkas itu ke mobil yang terparkir tak jauh dari ruangan kantor Unit Kerja Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam yang digeledah. Informasi diperoleh media ini, ada tujuh oknum pejabat di BP Batam yang disebut-sebut tengah ‘dibidik’ dan jadi calon tersangka dalam kasus yang tengah diusut Polda Kepri hingga dilakukan penggeledaan. Belum ada penjelasan resmi dari Polda Kepri terkait pengeledahan kantor BP Batam ini. #batamnow #batamtiktokcommunity #batamnews #batamisland #batamhits #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita💖💖💖 #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #fyp #batam #batamdaily #batampunyacerita #batamhariini ♬ JELAS TEGAS GERAGAS – Gliese
Ironi Pelantikan di Tengah Proses Hukum
Meski masih diusut, Fesly dilantik sebagai Direktur Perencanaan Infrastruktur BP Batam oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, pada 16 Juni 2025.
Langkah ini memicu kritik dan bahkan kemarahan di tengah publik. LSM dan elemen masyarakat mempertanyakan etika dan urgensi penunjukan Fesly.
Amsakar kepada media menjawab sorotan publik menyangkal intervensi hukum, namun ia menghargai proses hukum, tunggu putusan final dari kepolisian.
@batamnow Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta agar jajarannya segera menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi Dermaga Utara Batu Ampar, di Batam. “Terkait dengan pertanyaan rekan-rekan tentang penanganan korupsi tentu saja pak Kapolda sudah menjelaskan sudah naik sidik dan saya minta itu untuk dituntaskan sehingga kemudian semuanya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Listyo menjawab pertanyaan wartawan, usai grand opening Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong, Batam pada Senin (14/04/2025). Saat memberikan jawaban, Kapolri didampingi Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang berdiri di sebelah kirinya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ News, news, seriousness, tension(1077866) – Lyrebirds music
Polda Kepri Belum Bener Hasil Pengusutan
Pantauan BatamNow.com, Polda Kepri belum mengungkapkan perkembangan terbaru penanganan kasus ini.
Sikap kurang transparan ini justru menambah keraguan publik atas proses hukum di kasus ini.
“Jika Fesly hanya berstatus saksi, seperti yang dikatakan penyidik Polda Kepri maka semestinya publik tidak harus dibiarkan menunggu tanpa informasi yang transparan dari kepolisian yang menanganinya,” kata Jasman, S.Sos, pemerhati yang antikorupsi ini.
Kasus “Cut and Fill”, Ilham Eka Hartawan Direktur Juga
Kasus lama dugaan korupsi lahan cut and fill perambahan hutan lindung di Tiban-McDermott Sekupang seperti memperburuk citra internal penegakan hukum.
Pengusutan kasus ini ditangani penyidik Polresta Barelang dan hingga kini belum jelas status hukumnya.
@batamnow Polresta Barelang menyita sekotak lebih berkas terkait lahan dari hasil penggeledahan di Kantor BP Batam, Rabu (21/08/2024). Pantauan BatamNow.com di BP Batam, personel Satreskrim Polresta Barelang keluar dari lantai 2 Gedung Bida Utama sekira pukul 18.00 WIB, setelah 3 jam penggeledahan yang dimulai pukul 15.00. Terlihat, mereka membawa sekotak (box container) berisi dokumen dan ada juga personel yang menenteng tumpukan dokumen lainnya. Usai penggeledahan, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Giadi Nugraha mengatakan kegiatan sore ini untuk mencari barang bukti demi penyidikan. “Hari ini berdasarkan apa yang tadi dijelaskan bapak kapolres, tadi siang melakukan upaya penggeledahan tentunya untuk mencari barang bukti yang dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan,” katanya kepada wartawan di depan Gedung Bida BP Batam, Rabu (21/08) sore. “Jadi hari ini apa yang dilakukan adalah semata-mata untuk kepentingan penyidikan. Beberapa berkas telah berhasil kami amankan dan lakukan penyitaan,” lanjutnya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #bpbatam #muhammadrudi #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Suspenseful and tense orchestra(1318015) – SoLaTiDo
Mantan Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, sempat diperiksa dan kantornya digeledah pada 21 Agustus 2024.
Meski Ilham terlibat dalam pengusutan dugaan kasus cut and fill, kini ia berpindah ke jabatan strategis sebagai Direktur Kawasan Pesisir & Reklamasi.
Dari pembicaraan publik yang dirangkum media ini, ada yang mengatakan bahwa langkah abu-abu ini memicu anggapan masyarakat, apakah penegakan hukum di BP Batam dibiarkan stagnan dan tidak dipertanggungjawabkan?
Banyak pihak curiga bahwa kasus ini “diredam” tanpa kejelasan informasi keterbukaan publik.
Di kasus Fesly berkembang isu liar, pengusutannya tidak dikanjutkan karena sudah “didamaikan”.
Tak sedikit warga yang meminta Amsakar Achmad wajib memastikan pejabat BP Batam yang dilantik tidak terjebak pada masalah hukum yang belum clear-cut. (Red)

