BatamNow.com – Realisasi belanja perjalanan dinas dalam negeri Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp 74,3 miliar.
Angka tersebut turun Rp 5,3 miliar atau 6,71 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp 79,6 miliar.
Data tersebut diperoleh BatamNow.com dari Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batam Tahun Anggaran 2025 yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dirilis pada Mei 2026.
Meski mengalami penurunan, besaran belanja perjalanan dinas Pemko Batam masih jauh dari target efisiensi yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden meminta pemerintah daerah memangkas anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja negara.
Berdasarkan rincian belanja, pengeluaran terbesar pada pos perjalanan dinas Pemko Batam, masih berasal dari belanja perjalanan dinas biasa yang justru mengalami kenaikan.
Pada 2025, pos ini mencapai Rp 66,2 miliar, meningkat dari Rp 64,6 miliar pada 2024.
Sementara itu, belanja perjalanan dinas dalam kota tercatat sebesar Rp 2,9 miliar, turun seitar Rp 1,1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 4,0 miliar.
Penurunan paling signifikan terjadi pada belanja perjalanan dinas paket meeting dalam kota.
Pada 2025, anggarannya terealisasi sebesar Rp 5,0 miliar, turun sekitar Rp 5,9 miliar atau sekitar 54 persen dari realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp 10,9 miliar.
Adapun belanja perjalanan dinas paket meeting luar kota pada 2025 tercatat sebesar Rp 6,3 juta.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan dari Pemerintah Kota Batam mengenai alasan realisasi belanja perjalanan dinas 2025 belum dapat ditekan hingga mendekati target efisiensi 50 persen sebagaimana arahan Presiden Prabowo.
BatamNow.com juga masih berupaya mengonfirmasi Wali Kota Batam Amsakar Achmad maupun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam terkait kemungkinan penurunan anggaran perjalanan dinas pada Tahun Anggaran 2026 serta faktor yang menyebabkan belanja paket meeting dalam kota dapat ditekan secara signifikan pada 2025. (Red)

