Kenali Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kenali Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19

22/Jul/2021 17:00
Dokter: Obat Ivermectin Belum Terbukti Efektif Obati Covid-19

Ilustrasi Obat Ivermectin. (F: iStockphoto/ Moussa81)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Ramai di media sosial dari unggahan dokter Lois Owien yang menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat atau kelebihan asam laktat.

Apa itu interaksi obat? Benarkah interaksi obat pada pasien Covid-19 dapat menyebabkan kematian?

Dilansir CNNIndonesia.com, pakar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Meity Ardiana menjelaskan interaksi obat adalah perubahan efektivitas atau toksisitas yang timbul karena adanya interaksi atau kombinasi dengan substansi lain seperti obat, makanan, dan minuman yang diberikan bersamaan atau terpisah.

Meity menyebut interaksi obat dapat memberikan dua efek yakni menguntungkan atau merugikan.

“Pada interaksi obat yang menguntungkan dapat terjadi peningkatan efektivitas tanpa meningkatkan efek samping, sedangkan interaksi obat yang merugikan dapat menambah terjadinya efek samping,” kata Meity dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

Contoh interaksi obat yang menguntungkan adalah penggunaan obat untuk tekanan darah tinggi yang dikombinasikan dengan obat penurun darah tinggi untuk mendapatkan hasil tekanan darah yang stabil.

Baca Juga:  Buruh Bangunan Ditemukan Tewas di Indekos di Bengkong Sadai

Sedangkan contoh interaksi obat yang merugikan misalnya penggunaan propanol dan insulin pada penderita diabetes melitus. Kombinasi obat ini dapat meningkatkan efek samping hipoglikemia.

Sedangkan pada pasien Covid-19, Meity menyatakan hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah interaksi obat-obatan yang diberikan, termasuk soal asidosis laktat.

Meity mengatakan setiap dokter akan meresepkan obat untuk pasien sesuai dengan gejala dengan menimbang manfaat dan risiko interaksi obat terlebih dahulu. Dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal bagi pasien.

“Disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang memang sudah terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mempercepat kesembuhan Covid-19 sesuai rekomendasi yang
ada,” tutur Meity.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat dan dosis yang tepat. Jangan ragu untuk menanyakan interaksi obat yang muncul saat mengonsumsi dua atau lebih obat-obatan sekaligus.(*)

Berita Sebelumnya

Pakar: Banyak Pasien Covid-19 Merasa OTG, Saat Rontgen Ternyata Ada Pneumonia

Berita Selanjutnya

WHO Ingin Selidiki Lagi Asal-usul Covid-19, China Langsung Kebakaran Jenggot

Berita Selanjutnya
Termasuk Bahan Dasar Vaksin Covid-19, Apa Itu Adenovirus?

WHO Ingin Selidiki Lagi Asal-usul Covid-19, China Langsung Kebakaran Jenggot

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com