Kepada Presiden Prabowo, Warga Rempang Minta Perlindungan Seluruh Masyarakat Adat - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kepada Presiden Prabowo, Warga Rempang Minta Perlindungan Seluruh Masyarakat Adat

by BATAM NOW
20/Okt/2024 17:23
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Seluruh warga Rempang yang kukuh menolak relokasi dan tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (AMAR-GB), membacakan surat terbuka untuk Presiden terpilih Prabowo Subianto yang baru saja dilantik hari ini, Minggu (20/10/2024).

Pembacaan surat itu dipimpin langsung oleh Koordinator Umum AMAR-GB, Ishak serta didampingi oleh ratusan warga Rempang, di depan pintu masuk Kampung Sembulang Hulu.

Sebelum pembacaan surat ini, para warga serta anggota AMAR-RB, berkumpul di halaman depan Sekretariat Amar-RB, sekira pukul 14.00 WIB.

Lalu setelah semuanya hadir dan berkumpul, kemudian warga bersama-sama berjalan kaki menuju depan pintu masuk kampung untuk membacakan surat terbuka untuk Presiden Prabowo.

Surat terbuka dari warga Rempanng tergabung dalam Alinasi Masyarakat Rempang Galang Bersatu (Amar-GB) kepada Presiden Prabowo Subianti. (F: BatamNow)

Begini isi surat terbuka warga Rempang yang kami susun secara bertutur;

Kepada yang terhormat Bapak Presiden Subianto, presiden terpilih, dengan hormat, kami warga Rempang mengucapkan selamat kepada Bapak Prabowo Subianto yang telah dilantik pada 20 Oktober 2024. Bapak Presiden yang terhormat, pulau Rempang bukanlah tanah kosong, kami tinggal di sini sejak nenek moyang kami, kami telah turun temurun mendiami dan mengelola tanah ini sejak 1831, sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, nenek moyang kami telah duduk di Pulau Rempang dengan bukti prasasti nenek moyang kami.

Sebagaimana ucapan yang sering bapak sampaikan pada masa kampanye Pemilu tempo dulu, “saya ingin berjuang untuk membela rakyat Indonesia“, “seluruh sisa hidup saya untuk berbakti kepada rakyat Indonesia“, “saya akan buktikan bahwa saya akan bekerja, berjuang untuk seluruh rakyat Indonesia“.

Maka dari itu, saat ini kami warga Rempang yang juga bagian dari warga Indonesia sedang terancam kehilangan ruang hidup kami disebabkan keberadaan dan proses pembangunan Proyek Starategis Nasional Rempang Eco-City.

Maka dari itu, kami warga Rempang meminta kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk:

  • Melindungi seluruh masyarakat adat dan tempatan Pulau Rempang
  • Mencabut dan membatalkan penetapan Pulau Rempang sebagai Proyek Starategis Nasional Rempang Eco-City
  • Menghentikan upaya penggusuran atau relokasi warga Rempang
  • Memberikan perlindungan hak-hak masyarakat berupa legalitas tanah yang telah kami kelola selama ini

Bapak presiden yang terhormat, demikian surat terbuka ini kami sampaikan, semoga Bapak memberikan perhatian khusus kepada kami, warga Rempang yang sedang terancam kehilangan ruang hidup kami. Besar harapan kami, Bapak Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia menerima permintaan sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam surat ini.

Ishak yang mewakili membacakan surat warga Rempang tersebut, sampai berurai air mata.

Lalu setelah pembacaan surat terbuka itu, salah seorang warga berorasi perihal tolakan keras terhadap PSN Rempang Eco-City.

“Kami warga Rempang khususnya Kampung Tua Sembulang Hulu, Sembulang Pasir Merah, Sembulang Camping, dan Sembulang Tanjung menyatakan beberapa hal sebagai berikut, kami menolak keras perampasan hak tanah ulayat kami. Dua, kami menolak keras relokasi ataupun digeser. Tiga kami menolak PSN Rempang Eco-City yang merusak laut dan darat kami. Empat, bagi kami kampung kami tak akan pernah tergantikan dengan kampung manapun apalagi kampung buatan. Raja Alim Raja Disembah, Raja Zalim Raja Disanggah, Tolak Relokasi!” kata Ruslan seorang warga, berucap dengan lantang.

“Tolak!” jawab warga.

“Tolak relokasi!” tegas Ruslan lagi.

Usai membacakan surat terbuka dan orasi, para warga membubarkan diri lalu kembali ke posko Sekretariat AMAR GB di Kampung Sembulang Hulu.

Kordinator Koordinator Kampung Sembulang Hulu, Aris menjelaskan bahwa AMAR GB akan segera mengirimkan surat terbuka itu, kepada Presiden Prabowo.

“Mengenai beberapa poin-poin yang kita bacakan tadi akan secepat mungkin kita kirimkan ke presiden terpilih,” ucap Aris. (Aman)

Berita Sebelumnya

Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka Resmi Menjadi Presiden dan Wapres 2024 -2029

Berita Selanjutnya

Angin Berlalu, Musim Berubah, Presiden Berganti: Tolak PSN Rempang Eco-City Tetap Harga Mati

Berita Selanjutnya
Angin Berlalu, Musim Berubah, Presiden Berganti: Tolak PSN Rempang Eco-City Tetap Harga Mati

Angin Berlalu, Musim Berubah, Presiden Berganti: Tolak PSN Rempang Eco-City Tetap Harga Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com