BatamNow.com – Bertambahnya pelabuhan penumpang internasional di Kota Batam tentu menambah tugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TP IBatam untuk melakukan pengawasan keimigrasian terhadap keluar-masuknya orang dari dan ke luar negeri.
Adalah Gold Coast International Ferry Terminal Bengkong yang pada hari ini melakukan grand opening, Senin (14/04/2025). Dihadiri Menko, Kapolri hingga para pemimpin Forkopimda dan instansi lainnya.
Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad saat ditanya BatamNow.com, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan perangkat dengan sistem keimigrasian di Pelabuhan Gold Coast Bengkong.
“Tentunya SDM ya. Kedua, perangkat. Perangkat secara kesisteman saya ambil contoh yang baru, Bengkong sudah ready tinggal nanti pengembangannya upgrade-nya menggunakan Autogate. Kalau untuk secara sistem sudah terkoneksi cekal, hit alat interpol dan sebagainya sudah oke di Bengkong,” kata Hajar Aswad, usai menghadiri grand opening Pelabuhan Gold Coast, Senin (14/05).
Ia juga mengatakan, sejak Januari hingga Maret 2025 sudah banyak dilakukan penolakan terhadap yang diduga terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural.
“Data penolakan dari Januari sampai dengan Maret 2025 sudah 1.611 orang yang ditolak yang mau ke Singapura dan Malaysia yang diduga terindikasi TPPO. Itu bukti bahwa pengawasan kita emang kita lakukan ya. Saya yakin petugas saya sudah melakukan tugasnya sesuai SOP,” ucapnya.
Daerah asal para calon penumpang yang ditolak ini mayoritas berasal dari Pulau Sumatera. “Yang mendominasi itu dari Sumatera Utara dan ada juga dari Batam sekitarnya,” ujarnya. (Hendra)


