BatamNow.com, Jakarta – Tren judi online di era digitalisasi semakin merasuki dan membelit kehidupan masyarakat pemainnya.
Dari anak muda, orang tua, bapak dan emak-emak, ASN, karyawan swasta, para anggota kesatuan aparatur penegak hukum keranjingan dengan judi online.
Pemain judi online masih didominasi pengusaha dan karyawan swasta. Meski dalam jumlah kecil, disinyalir pejabat dan penyelenggara negara kecanduan main judi online.
Penegasan ini disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, menjawab pertanyaan tertulis BatamNow.com, Kamis (16/06/2022).
“Ada juga aktivitas judi online yang ditemukan pada rekening milik penyelenggara negara, termasuk pejabat, namun proporsinya tidak sebesar pengusaha dan karyawan swasta. Kami sudah melakukan penelitian terhadap aktivitas rekening para pelaku judi online yang terdeteksi berdasarkan analisis profil,” ungkap Ivan.
Meski ada pejabat yang diduga ikut bermain judi online, namun Ivan mengaku, peran PPATK lebih kepada penyelidikan (intelijen), bukan pengungkapan kasus, apalagi penangkapan.
“Informasi yang dihasilkan oleh PPATK lebih bersifat intelijen sehingga sangat rahasia dan tidak sembarang pihak dapat mengakses, kecuali pihak aparat penegak hukum untuk kepentingan proses penegakan hukum,” terangnya.
Lebih jauh Ivan mengatakan, perjudian baik konvensional maupun online memiliki karakter dan pola tersendiri. Namun PPATK terus memantau perkembangan pola dan karakter lainnya sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin deras.
“Kami terus melakukan pemantauan secara komprehensif dan mencermati perkembangan yang ada,” tukasnya.
Sementara Ketua Lembaga Investigasi (LI) Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH mempertanyakan kementerian yang tak kunjung men-takedown situs maupun aplikasi judi online ini.
Menurut Panahatan, judi di Indonesia jelas dilarang sebagaimana tertuang dalam Undang-undang (UU).
Judi online ini, kata dia, sudah menghancurkan ekonomi rakyat yang begitu gampang mengaksesnya.
“Mengapa pemerintah membiarkan virus penyakit masyarakat ini menghancurkan ekonomi dan mental warganya. Kan situs porno hampir sulit diakses netizen karena diblokir Kemenkominfo. Mengapa situs judi online tidak,” kata Panahatan.
Dari hasil penelusuran jejak digital oleh LI-Tipikor Kepri ini, diperkirakan sejumlah 165 situs judi online yang dapat diakses para netizen Indonesia.
Lain lagi aplikasi permainan Higgs Dimino Island yang tengah merajalela menghancurkan kehidupan masyarakat. Situs yang satu ini lazim dijuluki judi scatter.
Ditambahkan Panahatan, modus operandi pengelola judi online di Indonesia, memesan domain dan aplikasi (website) judi online dari luar negeri.
Selain server luar negeri, lumayan banyak juga di domestik termasuk bandar-bandarnya.
Untuk menjadi member, cukup mendaftar lewat online. Pemain juga dapat melakukan deposit uang ke akun judi online dengan mudah. Ditransfer antarbank ke beberapa rekening bank pribadi. Ini modus bandar judi online.
Diperkirakan untuk satu situs judi online saja, jumlah pemain Indonesia dalam satu hari bisa mencapai 200 ribu orang. Dan mencapai triliunan rupiah transaksi setiap bulannya jauh lebih besar dari pendapatan kasino di Marina Bay Sands dan Sentosa Resort World di Singapura.
Lain lagi aplikasi judi online, sebagaimana yang sudah sangat terbuka kini, di tengah masyarakat.
Higgs Domino Island sudah banyak menelan korban. Uang pemain ludes tak terasa setiap kali main dan menjadi candu.
Kepolisian masih belum maksimal menindak para pemain dan penjual chip Higgs Domino baik secara online maupun di konter-konter penjualan secara konvensional. Bahkan terkesan pilih-pilih.
Sebelumnya, Sabtu (28/05), Satreskrim Polresta Barelang menangkap seorang wanita berinisial A (32) yang menjadi bandar chip Higgs Domino Island. Selain A, turut diamankan dua pria dewasa masing-masing berinisial H dan AR yang berperan sebagai penyelenggara dan pemain.
Diungkap dalam konferensi pers di Polresta Barelang, ini adalah kasus pertama polisi menangkap bandar dan pemain Higgs Domino Island di Batam. Belum terkonfirmasi apakah ada bandar atau pemain lainnya yang ditangkap dengan kasus yang sama setelahnya. (RN)

