BatamNow.com – Sulitnya mendapatkan aliran air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam masih menjadi derita banyak warga di kota ini.
Ironisnya pelayanan buruk SPAM Batam ini semakin menjadi, di saat dilakukan “beauty contest” (lelang) mencari mitra operating & maintanance SPAM Batam untuk 15 tahun ke depan.
Apakah perusahaan pengelola SPAM Batam masa transisi dengan pelayanan tak maksimal ini, ikut dalam prakualifikasi lelang BP Batam? Belum dijawab Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar.
Berita BatamNow.com, Kamis (29/07/2021), warga di Bengkong Permai mengeluhkan kondisi tidak mengalirnya air yang sudah sampai 7 hari berturut-turut.
Namun ternyata, persoalan tak terjaminnya suplai air yang menjadi hak mendasar manusia ini tak hanya dialami oleh warga Bengkong Permai saja.
Hasil investigasi yang dilakukan BatamNow.com, masalah ini juga mendera warga Bengkong Palapa, Perumahan Metro Bengkong Mahkota serta Bengkong Langit.
Air di sana tak mengalir secara kontinu 24 jam sehari sebagaimana dijamin Negara.
Seorang warga Bengkong Palapa, Apul Simanjuntak yang dihubungi BatamNow.com, Jumat (30/07) malam, mengatakan sudah dua minggu ini warga mereka kesulitan mendapatkan suplai air SPAM Batam.
Untuk jam air mengalir, ia katakan tak menentu.
“Air sangat susah di sini. Hidup tengah malam jam 12 ke atas sampai jam 5 lewatlah hidup. Kadang-kadang kalau siang hidup tapi kecil kali, makanya ini pun nggak bisa mencuci,” keluh Apul.
“Seperti tadi [Kamis] malam, jam 2 baru hidup kami tampunglah ke ember,” lanjutnya.
Warga Perumahan Metro Bengkong Mahkota, Akiong juga mengeluhkan pelayanan SPAM Batam yang aliran airnya tak menentu. Ia pun harus merogoh kocek lagi untuk memasang tangki penampungan air di rumahnya.
“Di sini hidupnya ada waktu tertentu, jam 1 siang hidup sampai jam 3 tapi sangat kecil. Malam jam 10, jam 11 hidup sampai jam 7 pagi setelah itu mati. Tapi kecil, makanya kami pakai tangki penampung,” jelasnya.
Akiong katakan, semasa pengelola SPAM Batam sebelumnya mereka pernah mengalami hal yang sama. Namun ketika dikomplain, masalah langsung diatasi dan air mengalir kembali.
“Sekarang setelah diambil alih yang baru, seperti ini lagi. Sudah capek kami komplain ke kantornya yang di Bengkong ini,” keluhnya.
Bambang, Ketua RT di Perumahan Metro Bengkong Mahkota membenarkan kondisi yang mereka alami yakni sulitnya mendapatkan aliran air minum SPAM Batam.
“Di sini air tidak lancar sudah sebulan. Hidup jam 11 malam sampai jam 7 pagi, setelah itu mati lagi, tapi hari ini tumben hidup dari jam 1 siang sampai sekarang jam 9,” ujarnya, Jumat (30/07) malam.
Warga Bengkong Langit juga mengalami susahnya aliran air SPAM Batam ini.
Kepada BatamNow.com, Marbun salah seorang warga di sana mengatakan, “Di sini paling cepat hidup jam 10 malam dan jam 4 pagi mati lagi,” katanya.
BatamNow.com mengonfirmasi hal ini ke Corporate Communication Manager PT Moya Indonesia Astriena Veracia melalui pesan WhatsApp, Sabtu (31/07) siang. Astriena belum merespons meski terlihat telah online setelah pesan terkirim.
Harus Dijamin, Distribusi Air ke Setiap Pelosok
Kondisi sulitnya mendapatkan aliran air SPAM Batam ini juga dialami oleh ribuan warga di Tanjung Uncang sebagaimana sudah diberitakan BatamNow.com. Warga mengatakan aliran air minum di sana tidak lancar, sudah bertahun dirasakan.
Mereka ini adalah konsumen air SPAM Batam yang tinggal di Perumahan Citra Indomas tahap 1 dan 2, Perumahan Putra Jaya, dan Perumahan Puri Pesona tahap 1 dan 2.
Anggota DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha menjawab BatamNow.com bahwa BP Batam dan PT Moya Indonesia harusnya dapat menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat sampai masa transisi berakhir.
“Yang paling urgent adalah terkait dengan distribusi air secara normal ke setiap pelosok di Kota Batam,” tegasnya.
Menurut Sarumaha, distribusi dan kualitas air minum menjadi tantangan terbesar bagi pengelola SPAM Batam.
“Masih banyak juga, masyarakat yang harus menunggu aliran air di jam 10 malam, jam 12 malam bahkan jam 3 subuh. Tidak tidur untuk menunggu air, itu memang realita,” tambah Sarumaha.
Mengamati pelayanan air minum selama masa transisi 9 bulan ini, ia katakan belum maksimal. “Memang kita akui itu,” ungkapnya.
Sedangkan saat ini tengah berlangsung proses lelang Mitra Kerja Sama Operasi dan Pemeliharaan SPAM Batam di Hulu dan Hilir yang kini masih dalam tahap prakualifikasi. Perusahaan yang terpilih nanti akan mengelola penyediaan air minum di Kota Batam untuk 15 tahun ke depan.
Kepada BatamNow.com, Kamis (29/07), Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Syamsul Paloh menegaskan bahwa untuk mengelola air minum yang menjadi hajat hidup masyarakat banyak, “Dibutuhkan perusahaan yang telah berpengalaman, memiliki kompetensi dan kapabilitas.”
Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri Lagat Siadari menjelaskan bahwa pengelola SPAM Batam kedepannya harus memiliki kompetensi, SDM, pengalaman dan modal yang kuat. Ini penting katanya, karena akan menentukan kuantitas dan kualitas pelayanan operator yang baru, kelak.
“Masalah air ini sangat vital lho, jangan main-main,” ujar Lagat, Rabu (28/07).
Lalu sampai kapan masalah pelayanan buruk SPAM Batam ini akan menyengsarakan para pelangannya.
Apakah perusahaan pemenang yang kini ikut lelang, kelak dapat menyelesaikan permasalahan pelayanan air minum perpipaan ini?(Hendra)

