Kuasa Hukum Keluarga Dewi Sartika Minta Direktur RS Awal Bros Botania Berhenti Beri Pernyataan Menambah Luka - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Kuasa Hukum Keluarga Dewi Sartika Minta Direktur RS Awal Bros Botania Berhenti Beri Pernyataan Menambah Luka

12/Agu/2026 17:31
Kuasa Hukum Keluarga Dewi Sartika Minta Direktur RS Awal Bros Botania Berhenti Beri Pernyataan Menambah Luka

Konferensi pers kuasa hukum keluarga almarhumah Dewi Sartika Boru Sitinjak, di RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (12/08/2026). (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Kuasa hukum keluarga Dewi Sartika Boru Sitinjak, Bangun P Simamora, meminta Direktur Rumah Sakit (RS) Awal Bros Botania, dr. Retno Kusumo, menghentikan pernyataan yang bisa menambah luka dan penderitaan terkait kasus kematian Dewi Sartika.

Bangun menilai sejumlah pernyataan pihak rumah sakit kepada media justru berpotensi menambah luka dan penderitaan keluarga yang tengah berduka.

“Supaya berhentilah memberikan statement-statement yang bisa menambah luka, menambah pilu keluarga. Kalau Anda tidak bisa memberikan rasa simpati, rasa empati kepada keluarga, tolong jangan tambah penderitaan,” tegas Bangun dalam konferensi pers di RS Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (12/08/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat keluarga bersiap menerima jenazah Dewi Sartika dari pihak forensik untuk selanjutnya dibawa ke kampung halaman keluarga di Samosir.

Bangun mengatakan keluarga tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan kepada kepolisian. Namun, pihaknya merasa perlu memberikan tanggapan atas pernyataan resmi dr. Retno yang dimuat media lokal Batam pada 11 Agustus 2026.

Menurut Bangun, setidaknya terdapat empat hal dalam pernyataan pihak rumah sakit yang perlu diklarifikasi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BatamNow.com (@batam.now)

Pertanyakan Tiga Suntikan

Pertama, Bangun mempertanyakan pernyataan rumah sakit bahwa seluruh tindakan medis terhadap Dewi Sartika telah dilakukan berdasarkan kondisi dan penyakit pasien.

Ia mengatakan keluarga sebelumnya telah menanyakan hal tersebut dalam pertemuan mediasi dengan lima orang yang disebut sebagai perwakilan RS Awal Bros Botania, yakni Risky, Desi, Mario, Muspida, dan Wanda.

Sebelum pertemuan berlangsung, kata Bangun, keluarga telah memastikan bahwa kelima orang tersebut merupakan representasi resmi rumah sakit.

“Kami sudah menanyakan kepada mereka apakah tiga suntikan itu dibutuhkan untuk pasien dan mengapa pasien menjadi koma,” ujarnya.

Namun, menurut Bangun, pertanyaan tersebut tidak mendapatkan jawaban dari pihak rumah sakit.

Ventilator Terlepas, Keluarga Pertanyakan Keselamatan Pasien

Kedua, Bangun mempertanyakan pernyataan rumah sakit yang menyebut keselamatan pasien menjadi prioritas dalam setiap pelayanan.

Ia mengungkapkan kejadian pada 8 Agustus 2026, ketika salah seorang anggota keluarga yang membesuk Dewi Sartika di ruang ICU menemukan ventilator pasien dalam kondisi terlepas.

Saat keluarga mempertanyakan kondisi tersebut kepada dokter Putra, kata Bangun, tidak diperoleh penjelasan pasti mengenai pihak yang menyebabkan konektor ventilator terlepas.

“Ruang ICU itu tertutup untuk semua orang. Orang boleh masuk hanya berdasarkan izin dokter yang jaga. Ketika keluarga melihat ke sana, ventilator sudah terbuka,” katanya.

Menurut Bangun, kejadian tersebut menjadi pertanyaan serius jika dikaitkan dengan pernyataan rumah sakit mengenai keselamatan pasien sebagai prioritas.

Pertanyakan Pemeriksaan Laboratorium Sebelum Tiga Suntikan

Ketiga, Bangun mempertanyakan apakah pemeriksaan laboratorium telah dilakukan sebelum Dewi Sartika mendapatkan tiga suntikan yang dipersoalkan keluarga.

“Sudahkah dilakukan serangkaian pemeriksaan secara laboratori kepada pasien Dewi Sartika Sitinjak sebelum diberikan tiga suntikan itu?” katanya.

Baca Juga:  Meninggal Usai Operasi di RS Awal Bros Botania, Sebelumnya Dewi Mengeluh Sesak Setelah Disuntik Lalu Kejang

Ia menilai jawaban atas pertanyaan tersebut penting untuk mengetahui apakah tindakan medis yang diberikan telah sesuai dengan prosedur.

“Kalau memang ini pernyataan resmi yang disampaikan dokter Retno dan memang itu SOP rumah sakit, tidak akan terjadi tiga suntikan yang kami anggap sebagai suntikan yang keliru,” ujarnya.

Penjelasan Dokter Dinilai Datang Setelah Kondisi Memburuk

Keempat, Bangun mempersoalkan penjelasan rumah sakit kepada keluarga pasien.

Ia mengakui dokter Riski telah memberikan penjelasan kepada keluarga. Namun, menurut Bangun, penjelasan tersebut lebih banyak membahas kondisi Dewi Sartika setelah penyuntikan.

“Yang menjadi titik fokus kami adalah sebelum penyuntikan. Kenapa pasien belum dilakukan pemeriksaan secara laboratoris baru dilakukan penyuntikan?” katanya.

Bangun menilai penjelasan mengenai kondisi pasien setelah kejadian belum menjawab pertanyaan utama keluarga terkait tindakan medis sebelum kondisi Dewi Sartika memburuk.

Karena itu, ia meminta dr. Retno tidak lagi memberikan pernyataan yang dinilai dapat memperburuk kondisi psikologis keluarga. Bangun berpesan, sebaiknya pihak RS memberikan klarifikasi dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Singgung Isu Perawat Disebut Melarikan Diri

Dalam kesempatan tersebut, Bangun juga menyinggung informasi mengenai dugaan seorang perawat yang disebut melarikan diri.

Namun, ia menegaskan informasi tersebut belum dipastikan kebenarannya.

“Kami berharap itu isu hanya sekadar isu, itu tidak benar. Tapi kalau ini benar, ada perawat yang melarikan diri, kami imbau kepada perawat itu segera kembali ke Batam, serahkan diri kepada polisi,” katanya.

Bangun mengatakan keluarga selanjutnya akan membawa jenazah Dewi Sartika ke Samosir setelah menerima jenazah dari pihak forensik.

Ia meminta doa dan restu masyarakat agar perjalanan keluarga bersama jenazah berlangsung aman.

Bangun juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Barelang dan jajaran kepolisian atas perhatian terhadap perkara tersebut. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada RS Bhayangkara yang telah menerima jenazah Dewi Sartika untuk menjalani autopsi serta awak media yang memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

“Kami akan tetap berjuang mengawal perkara ini sampai pada akhirnya terungkap hal-hal misteri yang selama ini ada,” katanya.

Jendris Minta Komisi III DPR RI Beri Perhatian

Di tempat yang sama, penasihat hukum lainnya, Jendris Sihombing, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Barelang, tim penyidik, dan dokter forensik yang menangani perkara tersebut.

Jendris juga meminta masyarakat memberikan perhatian terhadap dugaan malpraktik yang menimpa Dewi Sartika Boru Sitinjak.

Ia secara khusus meminta Komisi III DPR RI memberikan perhatian terhadap perkara tersebut.

“Kami memohon dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan perhatian khusus kepada perkara dugaan malpraktik ini, yang korbannya Dewi Sartika Boru Sitinjak,” ujar Jendris.

Ia berharap perjalanan keluarga membawa jenazah Dewi Sartika ke Samosir berlangsung lancar dan keluarga dapat kembali ke Batam dalam keadaan sehat. (H)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Tarif UWT Tanah Rempang Termurah se-Barelang, Diatur dalam Keputusan Khusus Kepala BP Batam

Berita Selanjutnya

Bareskrim Dalami Dugaan Keterlibatan Manajemen HH Club dalam Peredaran Narkoba, Sudah Enam Orang Jadi Tersangka

Berita Selanjutnya
Bareskrim Dalami Dugaan Keterlibatan Manajemen HH Club dalam Peredaran Narkoba, Sudah Enam Orang Jadi Tersangka

Bareskrim Dalami Dugaan Keterlibatan Manajemen HH Club dalam Peredaran Narkoba, Sudah Enam Orang Jadi Tersangka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com