BatamNow.com – Peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di pujasera A2 Foodcourt, Lubuk Baja, di malam pertama bulan suci Ramadan 1446 H mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (28/02/2025) malam, sekira pukul 21.00 WIB sewaktu umat Islam melaksanakan solat tarawih untuk pertama kalinya di bulan suci.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, seorang pria yang diketahui sebagai pengunjung foodcourt tersebut, di-‘keroyok’ secara membabi buta oleh komplotan diduga preman.
Dalam video tersebut, bukan hanya ‘pengeroyokan’ dengan cara memukuli korbannya melainkan terbangnya bangku hingga botol minuman yang diduga ‘bir’.
View this post on Instagram
Ketua I Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau (Kepri), Datok Wira Setia Utama Atmadinata, prihatin dan berharap agar jangan sampai terulan glagi kejatdian tak kondusif, baik selama Ramadan atau seterusnya.
“Sangat menyesalkan perkelahian justru terjadi di tempat makan. Tidak di bulan Ramadhan pun ini semestinya tidak boleh terjadi, apalagi di bulan suci Ramadhan seperti ini,” ucap Datok Atmadinata kepada BatamNow.com melalui pesan di WhatsApp, Senin (03/03/2025).
Menurutnya tindakan seperti itu biasanya di lakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan dan lebih mengandalkan ‘otot’ ketimbang ‘otak’.
“Tindakan seperti ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak berpendidikan, karena itu dia tidak mengerti tentang tata krama, etika, ia lebih mengandalkan ototnya dari pada otak dan hatinya,” ucapnya.
Ia percaya kepada pihak yang berwenang untuk memproses hukum dugaan pengeroyokan di A2 Foodcourt.
“Kami percaya pihak-pihak yang berwenang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tentu akan memproses secara hukum perkelahian tersebut,” jelas Datok Atmadinata.
Ia pun mengimbau sekali lagi, kepada semua kalangan supaya dapat menghormati Ramadan sebagai bulan suci umat Islam.
“Menghimbau semua kalangan supaya dapat memahami dan menghormati Ramadhan sebagai bulan suci, yang pada malam malamnya umat Islam memaksimalkan ibadah. Oleh karena itu marilah kita terlibat dan ikut bertanggung jawab terhadap kondusifitas lingkungan masing-masing,” ucap Datok Atmadinata.
Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, KH Luqman Rifa’i, merasa prihatin atas keributan yang terjadi itu. Ia berharap agar tak terjadi lagi kejadian tak kondusif ke depannya, terlebih selama Ramadan.
“Kami berharap hal serupa tidak terjadi kembali di masa yang akan datang,” jelas Luqman kepada BatamNow.com, Minggu (02/03).

Sementara Kapolresta Barelang Kombes Pol Heribertus Ompusunggu yang dikonfirmasi media ini, mengatakan sudah mengamankan pelaku dugaan pengeroyokan di A2 Foodcourt. “Kita amankan semua,” katanya kepada BatamNow.com, Minggu (02/03).
Namun Heribertus masih enggan memberikan keterangan lebih lanjut mengenai siapa-siapa pelaku keributan dan pengeroyokan itu, siapa korbannya, pun penyebab kejadian itu. (A)

