BatamNow.com – Warga Batam mengeluhkan langkanya gas elpiji (LPG) 3 kg akhir-akhir ini. Begitu juga beberapa pemilik pangkalan resmi yang menjual tabung gas bersubsidi tersebut.
Seorang pemilik pangkalan gas di Bengkong mengatakan kuota elpiji 3 kg dikurangi sejak minggu lalu.
“Biasanya agen kirim kita 80 tabung elpiji 3kg setiap Selasa dan Jumat, tapi Jumat lalu (10 Maret) cuma disuplai 40 tabung,” jelasnya kepada BatamNow.com, meminta namanya tak ditulis, Kamis (16/03/2023).
Sementara untuk jatah Selasa kemarin (14/03), pangkalannya tak disuplai sama sekali. “Jumat besok agen sudah bilang akan suplai hanya 40 tabung,” jelasnya.
Seorang agen penyalur gas ke pangkalan di Batam, mengatakan pasokan elpiji yang terkendala karena sedang ada perbaikan di Terminal Pertamina Tanjung Uban.
“Ini kebetulan Uban mungkin lagi perbaikan, mungkin sampai besok ya. Tapi hari ini sebagian tetap suplai juga,” katanya.
Namun ia memastikan bahwa kendala pasokan elpiji bukan karena permasalahan di agen maupun Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). “Agen dan SPBE nggak ada masalah,” tukasnya.
Dikonfirmasi terkait kabar adanya perbaikan di Pertamina Tanjung Uban, Area Manager Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Susanto August Satria, mengatakan belum mendapat informasi tersebut.
Yang dia ketahui, katanya, penyebab langkanya gas elpiji 3 kg karena ada persoalan izin berlayar kapal pada Minggu (12/03). “Empat hari lalu ada kendala izin kapal berlayar. Sudah dilakukan recovery dan dilakukan ekstra kerja penyaluran dari agen,” kata Satria kepada BatamNow.com, Kamis (16/03).
“Stok kemarin dicek sudah mencapai 190 MT, kita pastikan agen melakukan ekstra kerja untuk penyaluran,” lanjutnya. (LL)

