BatamNow.com – Mahasiswa dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika) melakukan demonstrasi di depan kantor Wali Kota Batam dan kantor DPRD Batam, Kamis (16/07/2026).
Pantauan BatamNow.com di lokasi, sekitar 50 peserta aksi berseragam BEM Fakultas Hukum Unrika yang mengikuti unjuk rasa ini.
Aksi dimulai di depan gerbang kantor Wali Kota Batam yang berhadapan dengan gedung DPRD, di Batam Center.
@batamnow Mahasiswa dari Universitas Riau Kepulauan (Unrika) melakukan demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Batam dan kantor DPRD Batam, Kamis (16/07/2026). Pantauan BatamNow.com di lokasi, sekitar 50 peserta aksi berseragam BEM Fakultas Hukum Unrika yang mengikuti unjuk rasa ini. Aksi dimulai di depan gerbang kantor Wali Kota Batam yang berhadapan dengan gedung DPRD, di Batam Center. Dari atas mobil komando, orator menyampaikan informasi yang mereka terima bahwa Wali Kota Batam sedang tidak ada di tempat. “Dan kami paham akan hal itu. Namun satu hal yang mau kami tunjukkan. Ketika mahasiswa bergerak, maka negara tidak dalam keadaan baik,” teriaknya menggunakan pengeras suara. “Kami melihat, kami merasakan, mahasiswa lahir dari rakyat. TNI-Polri lahir dari rakyat. Yang membedakan hanya satu. Bapak-bapak polisi sebagai penegak hukum. Kami berdiri di sini untuk memberikan keadilan karena adanya hukum,” lanjutnya. Dalam aksi menyatakan pendapat ini, peserta membawa spanduk berisi kalimat “Selamatkan Batam, Selamatkan Masa Depan Rakyat”. Ada lima poin tuntutan terkait sejumlah isu, yang dimuat dalam spanduk aksi, yakni: 1. Segera atasi krisis air bersih di Kota Batam 2. Hentikan perusakan hutan dan daerah resapan air 3. Hentikan aktivitas cut and fill di kawasan tangkapan air 4. Audit total seluruhh izin alokasi lahan yang merugikan rakyat 5. Tegakkan hukum dan wujudkan kebijakan yang transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat. Usai orasi di depan gerbang, unjuk rasa mahasiswa Unrika dilanjutkan di depan lobi DPRD Batam. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamtiktok #fyp #batamhits #amsakarachmad #liclaudiachandra #batampunyacerita #batamnews ♬ original sound – BatamNow.com
Dari atas mobil komando, orator menyampaikan informasi yang mereka terima bahwa Wali Kota Batam sedang tidak ada di tempat.
“Dan kami paham akan hal itu. Namun satu hal yang mau kami tunjukkan. Ketika mahasiswa bergerak, maka negara tidak dalam keadaan baik,” teriaknya menggunakan pengeras suara.
“Kami melihat, kami merasakan, mahasiswa lahir dari rakyat. TNI-Polri lahir dari rakyat. Yang membedakan hanya satu. Bapak-bapak polisi sebagai penegak hukum. Kami berdiri di sini untuk memberikan keadilan karena adanya hukum,” lanjutnya.

Dalam aksi menyatakan pendapat ini, peserta membawa spanduk berisi kalimat “Selamatkan Batam, Selamatkan Masa Depan Rakyat”.
Ada lima poin tuntutan terkait sejumlah isu, yang dimuat dalam spanduk aksi, yakni:
- Segera atasi krisis air bersih di Kota Batam
- Hentikan perusakan hutan dan daerah resapan air
- Hentikan aktivitas cut and fill di kawasan tangkapan air
- Audit total seluruhh izin alokasi lahan yang merugikan rakyat
- Tegakkan hukum dan wujudkan kebijakan yang transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat.
Usai orasi di depan gerbang, unjuk rasa mahasiswa Unrika dilanjutkan di depan lobi DPRD Batam. (H)

