Menakar Kebutuhan Vitamin C Harian saat Isoman Covid-19 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Menakar Kebutuhan Vitamin C Harian saat Isoman Covid-19

01/Jul/2021 07:16
Menakar Kebutuhan Vitamin C Harian saat Isoman Covid-19

Ilustrasi vitamin C. (F: iStockphoto/ NatchaS)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Vitamin C merupakan salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi pasien Covid-19 untuk mengembalikan metabolisme tubuh.

Dilansir CNN Indonesia,vitamin C bekerja sebagai antioksidan, mengurangi radikal bebas, anti-inflamasi, dan membantu kerja sistem imun dalam memerangi penyakit.

Dalam Pedoman Tatalaksana Pasien Covid-19 yang dibuat oleh lima organisasi profesi, vitamin C dianjurkan dikonsumsi oleh pasien Covid-19 tanpa gejala sebagai salah satu bentuk pengobatan, dengan saran dosis:

– Tablet vitamin C non acidic 500 miligram per 6-8 jam diberikan oral (untuk 14 hari), atau

– Tablet isap vitamin C 500 miligram per 12 jam diberikan secara oral (selama 30 hari), atau

– Multivitamin yang mengandung vitamin c 1-2 tablet per 24 jam (selama 30 hari), dianjurkan vitamin yang komposisi mengandung vitamin C, B, E, zink

“Vitamin C tidak perlu resep dokter, namun dikonsumsi sesuai anjuran pedoman yang berlaku,” kata dokter spesialis penyakit dalam Sharifah Shakinahstaf yang juga Staff Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi FKUI-RSCM, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (30/06/2021).

Lebih lanjut, Sharifah menjelaskan penggunaan vitamin C dalam terapi pasien Covid-19 merupakan salah satu bentuk  pendukung penyembuhan pasien.

Vitamin C diharapkan membantu perbaikan fungsi selular sistem imun.

Pemberian vitamin C pada pasien Covid-19 juga membantu menurunkan lama waktu perawatan dan kebutuhan ventilator pada pasien dengan gawat napas. Namun penggunaannya yang berlebihan dapat berbahaya.

“Pemberian vitamin C lebih dari 2.000 miligram per hari dapat mengakibatkan intoksikasi [keracunan] vitamin C. Konsumsi berlebihan dapat mengakibatkan efek samping seperti mual, nyeri ulu hati, hingga diare,” kata Sharifah.

Apakah asupan suplemen vitamin C bisa diganti cukup dengan buah atau sayur?

Sharifah mengatakan bahwa asupan vitamin C sebenarnya bisa diperoleh lewat sayuran dan buah. Kendati demikian, jumlah kandungan vitamin C dalam buah atau sayuran tidak diketahui persis ukurannya.

“Jika dikonsumsi dari buah atau sayuran kita tidak tahu persis berapa gram vitamin C yang terkandung. Sehingga pada kondisi-kondisi tertentu, disarankan menggunakan suplemen dengan dosis yang terhitung akurat,” ujarnya.(*)

Berita Sebelumnya

Sri Mulyani: Barang yang Dikonsumsi Orang Miskin Bebas Pajak

Berita Selanjutnya

Direktur RSBP Batam: Ismeth Abdullah Positif Covid-19, Dirawat di Ruang Biasa Bukan ICU

Berita Selanjutnya
Direktur RSBP Batam: Ismeth Abdullah Positif Covid-19, Dirawat di Ruang Biasa Bukan ICU

Direktur RSBP Batam: Ismeth Abdullah Positif Covid-19, Dirawat di Ruang Biasa Bukan ICU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com