BatamNow.com – Dari total 24 jabatan tingkat II Badan Pengusahaan (BP) Batam, hanya 23 pejabat dilantik hari ini, minus Direktur Rumah Sakit (RS) BP Batam definitif.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, pihaknya masih menyeleksi figur yang tepat untuk mengisi jabatan Direktur RSBP Batam.
“Dua puluh tiganya sudah terisi, yang belum terisi itu Direktur RSBP. Kami masih seleksi figur-figur yang kita anggap bisa melaksanakan tugas itu dengan baik,” kata Amsakar kepada wartawan, usai pelantikan di Kantor BP Batam, Senin (16/06/2025).
Sebelumnya, Direktur RSBP diisi seorang Pelaksana Tugas (Plt) yakni Asep Lili Holilulloh. Di periode pimpinan yang baru ini, Asep dilantik menjadi Direktur Pengendalian Pengusahaan.
Catatan media ini, pergantian ke Plt itu sebab direktur sebelumnya yakni dr Sri Rezeki Handayani SpM yang telah menjabat sejak 3 Januari 2024, diberhentikan dengan hormat.
Ia diberhentikan lewat Surat Perintah Nomor 3/KA/2/2025, yang ditandatangani Kepala BP Batam saat itu, Muhammad Rudi tertanggal 17 Februari 2025.
Pergantian pejabat RSBP itu saat hangat diperbincangkan isu proses penandatanganan surat perjanjian kerja sama pengembangan operasional (KSPO) RSBP Batam dengan grup Mayapada Healthcare.
Namun di kepemimpinan yang baru, Amsakar-Li CLaudia Chandra, ditegaskan bahwa RSBP Batam akan dikelola secara mandiri.
Amsakar: Promosi dan Demosi Suatu Keniscayaan
Amsakar menjelaskan bahwa pelantikan pejabat tingkat II BP Batam merupakan tindak lanjut persetujuan Menko Perekonomian dan surat keputusan (SK) Menpan-RB yang menyetujui struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) BP Batam.
Ia pun berpesan kepada para Deputi/ Anggota yang telah dilantik sebelumnya, untuk segera memonitoring staf-staf yang mumpuni menangani bidang tertentu di direktorat maupun biro.
Soal perubahan struktur pejabat, katanya, adalah keniscayaan.
“Pertama saya katakan bahwa mutasi, rotasi, promosi bahkan demosi turun jabatan itu adalah sesuatu yang niscaya yang mau tidak mau suka tidak suka pasti akan dilalui di dunia birokrasi ini,” ucap Amsakar.

Ia tak mau hal itu menimbulkan energi negatif yang membuat kontraproduktif. Apalagi, katanya, BP Batam punya target besar untuk capaian pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus bekerja keras untuk memenuhi target pak Presiden terutama mengejar pertumbuhan ekonomi. Karena BP institusi yang prinsipnya ditakdirkan antara lain untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional maka kita penting kalau pak presiden RPJMN-nya sampai dengan 5 tahun ke depan itu 8p erssen, kami harus ideal 9,5 sampai 10 persen,,” terangnya.
Amsakar menekanakan, sekarang ini, perlu dilakukan kolaborasi untuk mencapai target yang ditetapkan.
“Sinergi collaborative government itu sudah menjadi isu perbincangan dalam studi-studi ilmu pemerintahan. Itulah yang banyak mengantarkan kesuksesan penyelenggaraan,” pesannya. (Hendra)

