Modus Operandi Mafia Karantina Kesehatan di Pintu Masuk Indonesia - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Modus Operandi Mafia Karantina Kesehatan di Pintu Masuk Indonesia

05/Feb/2022 13:57
Masih Banyak PMI dari Malaysia Masuk Batam Setiap Hari, Bagaimana Karantinanya?

Ilustrasi karantina. (F: Shutterstock)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Pelbagai modus dan celah dimanfaatkan sejumlah pihak untuk mempermainkan masa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) di pintu-pintu masuk Indonesia.

Dilansir CNNIndonesia.com, tindakan mafia karantina kesehatan tersebut telah menjadi atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu ia sampaikan usai mendapatkan sejumlah komplain dari Warga Negara Asing (WNA) bahwa terdapat permainan uang terkait masa karantina saat tiba di Indonesia.

“Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini,” tegas Jokowi.

Adanya mafia-mafia karantina kesehatan di pintu-pintu masuk PPLN bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sejumlah pelanggaran karantina kesehatan juga sempat terjadi dan memiliki modus operandi yang hampir serupa.

Keterlibatan Aparat Berwenang

Pada sejumlah kasus, seperti pelanggaran karantina kesehatan selebgram Rachel Vennya, keterlibatan aparat berwenang seperti TNI menjadi kunci utama.

Dalam pengakuannya di pengadilan, Rachel mengatakan, dirinya dibantu dua anggota TNI AU untuk kabur dari proses karantina kesehatan sejak di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Kedua anggota TNI tersebut, kata dia, membantu Rachel untuk menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan.

Padahal, wisma tersebut merupakan tempat karantina khusus yang dibiayai pemerintah untuk pejabat, pelajar, dan pekerja dari luar negeri.

Baca Juga:  OJK Terbitkan Izin Pergadaian Swasta Beroperasi di Batam-Kepri

Suap Satgas

Tak berhenti sampai situ, Rachel mengatakan, dirinya juga menyuap sejumlah pihak ‘Satgas’ guna memuluskan aksi pelariannya dari RSDC Wisma Atlet.

Rachel mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp 40 juta kepada Ovelina Pratiwi yang juga seorang pegawai honorer di DPR. Uang tersebut merupakan permintaan Ovelina untuk diberikan kepada pihak ‘Satgas’ agar dapat memuluskan aksi kabur tersebut.

Calo Hotel Karantina

Pada akhir Desember lalu, ramai kabar bahwa terdapat banyak calo yang kerap menawarkan hotel karantina bagi PPLN yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka yang berminat menjalani karantina di hotel tersebut disebut harus merogoh kocek hingga Rp 19 juta per orangnya. Sedangkan mereka yang memilih menjalani karantina di Wisma Atlet harus menunggu selama berjam-jam untuk sekedar mendapatkan tempat.

Pengawasan Bandara Lemah

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, salah satu celah yang sempat dimanfaatkan pelaku mafia karantina kesehatan merupakan celah pengawasan di Bandara bagi PPLN.

Berdasarkan kasus pelanggaran karantina kesehatan sebelumnya, para pelaku mafia karantina berasal dari petugas yang ada di bandara. Mereka justru menyalahgunakan kewenangannya untuk membantu masyarakat agar tidak menjalani masa karantina.

“Ada oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya, yang bersangkutan menjemput kemudian menawarkan jasanya dan ini-lah yang membuat keresahan WNA,” tuturnya, Rabu (02/02). (*)

Berita Sebelumnya

Cepat Pulih dari Covid-19 dengan Olahraga dan Makanan Berikut

Berita Selanjutnya

IDI: 5 ‘Obat’ Covid-19 Terbukti Tak Bermanfaat, Termasuk Ivermectin

Berita Selanjutnya
Kemungkinan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19 Digunakan di Kepri, Menunggu SE Pusat

IDI: 5 'Obat' Covid-19 Terbukti Tak Bermanfaat, Termasuk Ivermectin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com