Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 1) - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 1)

by BATAM NOW
19/Des/2024 08:32
Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 1)

Edi Sumardi (kanan) bersama anaknya, memberi keterangan kepada wartawan, di Pulau Rempang, Rabu (18/12/2024). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Hari Jadi Batam (HJB) yang ke-195 terlihat meriah, di mana para pejabatnya dengan berpakaian Baju Kurung lengkap songket dan Tanjak penutup kepala khas Melayu.

Tepat pada 18 Desember 2024, upacara peringatan itu pun digelar dengan khidmat di Dataran Engku Putri, Batam Center, hingga ke rapat paripurna di gedung dewan para wakil rakyat kota ini.

Berbagai acara di HJB itu pun diadakan dengan meriah dan melibatkan banyak pihak serta masyarakat Kota Batam dari berbagai kalangan.

Jika kemeriahan HJB itu terjadi di Batam, tidak dengan masyarakat Rempang dan Galang.

Pulau Rempang merupakan salah satu pulau besar kedua yang terhubung dalam rangkaian enam buah jembatan dan berada kira-kira 3 km di arah Tenggara Pulau Batam.

Gugusan pulau di sana yang terhubung oleh 6 jembatan sampai ke selatan masih masuk wilayah Batam.

Kembali ke peringatan HJB, sekira 50 menit jelang usia ke-195, tragedi “berdarah” kembali terjadi.

Peristiwa ini merupakan kedua kalinya terjadi setelah peristiwa yang sama pada September 2023 yang dikenal dengan peristiwa Jembatan IV.

Sejumlah warga Rempang mengalami kekerasan. Pelakunya diduga karyawan dari PT Makmur Elok Graha (MEG) perusahaan pengembang Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City.

Akibat serangan itu 8 korban babak belur dan terkapar lalu dilarikan ke rumah sakit, malam itu juga.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BatamNow.com (@batam.now)

Empat orang mengalami luka sobek di bagian kepala; satu orang luka berat; satu warga terkena panah; satu warga mengalami patah tangan; dan satu warga luka ringan.

Kedelapan orang yang dikeroyok, 1 orang sedang dirawat di Rumah Sakit Graha Hermine, yang lainnya di fasilitas kesehatan di Sembulang.

Peristiwa itu, menambah trauma masyarakat yang masih tetap bertahan mempertahankan kampung halamannya, yang terkena imbas dari Proyek PSN Rempang Eco-City.

Anak dan Ayah Jadi Korban Pengeroyokan

Ketika terjadi pengerusakan di posko “Tolak PSN” di Simpang Dapur Enam, terjadi juga perlakuan kekerasan terhadap warga.

Posko “Tolak PSN” di Simpang Dapur, yang porak poranda usai diserang sekelompik orang pada Selasa (17/12/2024 malam hingga Rabu (18/12) dini hari. (F: BatamNow)

Edi Jumardi, pria warga tempatan berusia 50 tahun itu pun tetiba keluar dari rumah untuk melihat peristiwa apa terjadi di tengah malam itu hingga menimbulkan suara kegaduhan di persimpangan tiga di sana.

Dari rumah Edi ke Posko Tolak PSN itu hanya berjarak kurang lebih 20 meter.

Setelah keluar dari rumah untuk melihat keributan tersebut, kemudian anaknya yang berusia 16 tahun itu ikut terbangun dan mereka berdua hanya berdiri di depan rumah melihat keributan itu.

“Anak saya bangun tidur dan nanya ada apa tuh, itu lagi ribut kata saya, setelah saya lepas ngomong itu, langsung datang orang itu nyerang kami, di rumah kami itu, langsung diserangnya, anak ini dibantainya dan mau membunuhnya,” ucap Edi di depan pos yang sudah porak-poranda.

@batamnowAnak dan Ayah di Rempang Jadi Korban Pengeroyokan Ketika terjadi pengerusakan di posko “Tolak PSN” di Simpang Dapur Enam, terjadi juga perlakuan kekerasan terhadap warga. Edi Jumardi, pria warga tempatan berusia 50 tahun itu pun tetiba keluar dari rumah untuk melihat peristiwa apa terjadi di tengah malam itu hingga menimbulkan suara kegaduhan di persimpangan tiga di sana. Dari rumah Edi ke Posko Tolak PSN itu hanya berjarak kurang lebih 20 meter. Setelah keluar dari rumah untuk melihat keributan tersebut, kemudian anaknya yang berusia 16 tahun itu ikut terbangun dan mereka berdua hanya berdiri di depan rumah melihat keributan itu. “Anak saya bangun tidur dan nanya ada apa tuh, itu lagi ribut kata saya, setelah saya lepas ngomong itu, langsung datang orang itu nyerang kami, di rumah kami itu, langsung diserangnya, anak ini dibantainya dan mau membunuhnya,” ucap Edi di depan pos yang sudah porak-poranda. Dari keterangan Edi, sekelompok orang itu sempat menodongkan sebilah parang di leher anaknya. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #fyp #fypシ #dprri #bpbatam #rempang #galang #barelang

♬ original sound – BatamNow.com

Dari keterangan Edi, sekelompok orang itu sempat menodongkan sebilah parang di leher anaknya.

“Parang diginikan sama anak saya. Aku bunuh kau,” katanya sambil memperagakan sedang memegang parang ke arah anaknya.

“Jadi saya melindungi anak saya dengan cara memeluknya dan saya dipukul dengan parang ini,” lanjut Edi sambil memperlihatkan bekas luka di punggungnya.

Edi pun sempat menghiba ke pelaku pengeroyokan itu, agar anaknya tidak dipukuli.

“Saya bilang anak saya tidak bersalah, tolong jangan diganggu, tapi dia jalan terus, dia pukuli terus, anak saya. Saya nggak peduli waktu dipukuli di belakang badan saya, yang penting saya melindungi anak saya, itu kurang ajarnya dia orang,” ujar Edi.

Dari penyerangan itu, Edi tidak mengetahui lagi persisnya berapa orang yang menyerang mereka itu, dengan menggunakan parang yang di tempelkan di leher anaknya.

Dari cerita Edi ini, ia telah membuktikan apa arti dari salah satu kata pepatah tentang perjuangan seorang ayah terhadap anaknya.

“Ia mungkin tak sanggup mengatakan jika begitu mencintai anak-anaknya. Namun ia menunjukkan dengan bukti.”

Spanduk warga Rempang menolak relokasi bergambar Jenderal Sudirman dan Presiden Prabowo Subianto, koyak dirusak sekelompok orang tak dikenal. (F: BatamNow)

Di lain hal, kala wartawan BatamNow.com memotret sisa-sisa spanduk yang terkoyak dengan doto Jenderal Sudirman dan Presiden Prabowo Subianto, seorang pria paruh baya berumur sekitar 60-an menghampiri wartawan media ini.

“Foto sang jenderal itu pun ikut tercabik-cabik,” kata bapak tua itu sambil melihat sepanduk yang terkoyak itu dengan senyumnya yang sulit diartikan. (Aman)

Berita Sebelumnya

LAM Kepri Kota Batam Mengutuk Penyerangan Warga Rempang

Berita Selanjutnya

Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 2)

Berita Selanjutnya
Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 1)

Nestapa Warga Rempang di Hari Jadi Kota Batam ke-195 (Bagian 2)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com