BatamNow.com – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Batam dijadwalkan mulai Selasa (27/10/2026) untuk meningkatkan peluang hujan di kawasan waduk dan menambah cadangan air baku.
Prakirawan BMKG Batam, Pandie Made Rony, mengatakan penyemaian dilakukan dengan memanfaatkan awan potensial yang terbentuk secara alami, bukan menciptakan hujan dari nol.
“Biasanya kita melihat awan-awan potensial dulu di hari itu. Ada atau tidak awan yang berpotensi untuk kita semai,” kata Pandie saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, penyemaian menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam berukuran halus. Kebutuhan material umumnya sekitar 200 kilogram setiap penyemaian, bergantung pada kondisi awan dan kebutuhan teknis.
“Targetnya supaya awan yang akan menghasilkan hujan itu jatuh di area yang kita tentukan atau kita inginkan,” ujarnya.
Pandie mengatakan, secara teknis, pelaksanaan OMC kali ini tidak jauh berbeda dengan operasi sebelumnya. Perbedaannya terletak pada kondisi atmosfer dan sasaran yang ingin dicapai, yakni meningkatkan peluang hujan di kawasan waduk yang membutuhkan tambahan pasokan air.
“Target operasi yang dilakukan nanti tanggal 27 itu sama, yakni untuk mengisi kembali waduk-waduk kita yang kosong sehingga kebutuhan air di Batam bisa terpenuhi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, mengatakan pengaruh El Niño mulai berkurang dan hujan mulai turun di Batam.
“Pengaruh El Niño-nya juga sudah berkurang dan hujannya sudah mulai masuk. Karena memang Oktober itu sebenarnya sudah masuk musim hujan untuk wilayah Batam,” katanya.
Meski demikian, hujan yang mulai turun belum tentu cukup untuk memulihkan volume waduk. Karena itu, OMC diharapkan meningkatkan peluang hujan di daerah tangkapan air guna mendukung pasokan air baku bagi masyarakat Batam. (H)
