BatamNow.com – BP Batam menyebut hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Batam pada Minggu (25/10/2026) sore sebagai perkembangan positif.
Meski demikian, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dijadwalkan untuk meningkatkan peluang hujan di daerah tangkapan air dan waduk.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, mengatakan pelaksanaan OMC akan disesuaikan dengan hasil pemantauan kondisi atmosfer, pertumbuhan awan, serta arah dan pergerakan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Pelaksanaan OMC kami pastikan dilakukan secara terukur, menyesuaikan hasil pemantauan kondisi atmosfer,” kata Sthefani.
Ia menjelaskan, faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan teknis untuk menentukan waktu, lokasi, dan strategi penyemaian agar operasi berjalan optimal.
BP Batam juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait dalam menentukan pelaksanaan operasi berdasarkan analisis dan rekomendasi teknis.
@batamnow Hujan cuma satu sampai dua jam, Batam langsung kebanjiran! Warga melaporkan banjir di Jalan Ahmad Yani, depan Panbil Mall, dan kawasan Piayu. Ironisnya, kedua lokasi ini berdekatan dengan Waduk Duriangkang. Padahal, menurut warga, hujan mengguyur cuma 1-2 jam saja. Di tengah banjir, kondisi air baku di waduk-waduk Batam justru menipis. Tinggi muka air (TMA) terus menurun, bahkan Waduk Nongsa mengering hingga berhenti beroperasi akibat kemarau panjang. Waduk kekeringan, kota kebanjiran. Menurut kalian, apa yang sebenarnya salah dengan pengelolaan air di Batam? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ suara asli – reza
Penyemaian Bergantung Kondisi Atmosfer
OMC dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan peluang hujan, terutama di daerah tangkapan air waduk, untuk menjaga ketersediaan air baku di Batam.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Jambak, mengatakan modifikasi cuaca dilakukan untuk memaksimalkan curah hujan pada awal musim penghujan agar waduk-waduk di Batam memperoleh tambahan pasokan air.
Kata Ramlan, kegiatan tetap disiagakan sesuai jadwal. Namun, penyemaian bahan semai akan bergantung pada kondisi atmosfer setiap harinya.
Jika kondisi atmosfer tidak memungkinkan, penyemaian tidak dilakukan. Sebaliknya, apabila kondisi mendukung, penyemaian dapat dilaksanakan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah sasaran.
Dalam operasi ini, BP Batam bekerja sama dengan PT Rekayasa Atmosfer Indonesia menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna.
Bahan semai berupa garam murni atau natrium klorida (NaCl) disebarkan pada ketinggian 8.000 hingga 11.000 kaki di atas daerah tangkapan air waduk.
OMC kali ini merupakan pelaksanaan kedua sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.
Operasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penurunan elevasi air di sejumlah waduk akibat kondisi cuaca kering yang dikaitkan dengan fenomena El Niño, sekaligus menjaga ketahanan air baku bagi masyarakat Batam.
Anggaran OMC Belum Terungkap
Di tengah pelaksanaan OMC, besaran anggaran yang dikucurkan BP Batam menjadi salah satu hal yang perlu dijelaskan kepada publik.
OMC serupa pernah dilaksanakan di Batam, tetapi informasi mengenai biaya kegiatan sebelumnya belum transparan hingga kini.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh konfirmasi mengenai nilai anggaran OMC yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. (H/Red)

