BatamNow.com – Pergantian manajemen mulai terlihat di tubuh PT PLN Batam setelah pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026.
Posisi Manajer Komunikasi dan Humas PT PLN Batam kini dijabat Vidya Kartika. Ia menggantikan Yoga Perdana Sulastama, efektif mulai Senin, 2 November 2026.
Pergantian tersebut dikonfirmasi langsung oleh Yoga. Ia menyatakan tugas komunikasi korporat PLN Batam telah dialihkan kepada Vidya sebagai pejabat penggantinya terhitung per tanggal 1 November.
Pergantian ini berlangsung di tengah sorotan publik terhadap kinerja PLN Batam pasca-blackout. Pemadaman yang berlangsung berjam-jam itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat dan dunia usaha, tetapi juga berdampak pada layanan air minum perpipaan serta jaringan telekomunikasi.
Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) yang baru, Suroso Isnandar, menyampaikan rencana penyegaran atau perombakan manajemen menyusul insiden blackout tersebut.
Rencana penyegaran itu menjadi perhatian karena menyangkut evaluasi tata kelola dan tanggung jawab manajemen dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
Namun, sejauh mana perubahan akan dilakukan, termasuk apakah mencakup jajaran pimpinan PLN Batam hingga level tertinggi, belum terkonfirmasi.
Informasi yang diperoleh BatamNow.com menyebutkan, Vidya pernah bekerja di Otorita Batam.
Alumnus Universitas Internasional Batam (UIB) tersebut kini bertanggung jawab atas komunikasi korporat, termasuk penyampaian informasi kepada publik, pengelolaan reputasi perusahaan, serta komunikasi dalam menghadapi krisis.
BatamNow.com telah berupaya mengonfirmasi Vidya terkait keluhan dan protes pelanggan mengenai kompensasi akibat blackout. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan.
Berada dalam Ekosistem Danantara
Pergantian pejabat tersebut berlangsung dalam konteks perubahan tata kelola perusahaan negara melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
PT PLN Batam merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero). Sementara PLN (Persero) berada dalam ekosistem pengelolaan BUMN melalui Danantara.
Danantara dibentuk pemerintah pada 2025 untuk mengonsolidasikan pengelolaan investasi dan aset strategis negara, termasuk perusahaan-perusahaan BUMN.
Dengan struktur tersebut, PLN Batam terhubung dengan Danantara melalui PT PLN (Persero). Karena itu, rencana penyegaran manajemen pasca-blackout menjadi bagian penting dari perhatian terhadap evaluasi kinerja dan tata kelola perusahaan.
Apakah penyegaran manajemen akan dimulai dari jajaran bawah hingga puncak pimpinan, serta kapan perubahan tersebut direalisasikan, masih menunggu kejelasan dari pihak terkait. (Red)

