BatamNow.com – Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (24 HAKTPA) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi dibuka oleh Wakil Menteri (Wamen) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, di Aula Sekolah Yos Sudarso, Kota Batam, Jumat (28/11/2025).
Kampanye tahunan yang digelar serentak di seluruh Indonesia ini berlangsung mulai 25 November hingga 18 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Veronica menegaskan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan, anak, serta perdagangan orang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bergerak bersama sebagai seperjuangan.
“Saya menyebut teman-teman sebagai seperjuangan karena pada akhirnya kita semua selalu bertemu di titik yang sama—di ujung, ketika perempuan atau anak sudah menjadi korban dan perlu ditolong,” ujarnya.

Veronica menyoroti pola penanganan kasus yang masih dominan berfokus pada hilir atau penanganan setelah korban muncul. Ia menilai strategi tersebut tidak cukup untuk memutus mata rantai kekerasan maupun perdagangan orang.
Veronica mendorong semua pihak memperkuat pencegahan, edukasi, dan koordinasi lintas sektor.
“Kalau kita terus berada di hilir, artinya tidak ada inovasi untuk memutuskan siklusnya. Kita tidak mau bekerja hanya ketika sudah terjadi kasus. Kita ingin memperkuat penjagaan,” katanya.
Veronica juga mengatakan pentingnya kolaborasi antar-lembaga sebagai kunci untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama dengan kata kunci kolaborasi ini. Jangan lelah, jangan pernah berhenti sampai di sini, tapi teruslah bergerak,” ujarnya..
Dalam pembukaan Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (24 HAKTPA) tingkat Provinsi Kepri, turut hadir Wakil Kapolda Kepri, Brigjen Pol Dang Anom dan Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP), Chrisanctus Paschalis Saturnus atau akrab disapa Romo Paschal. (H)

