BatamNow.com – Meskipun berperan sebagai pengelola utama—atau bisa disebut “juragan” reklame di Kota Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam tetap mengucurkan anggaran untuk sektor tersebut.
Dalam Laporan Keuangan Pemko Batam tahun 2024 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan dirilis pada 2025, tercatat bahwa belanja untuk Jasa Iklan/Reklame/Film dan Pemotretan melonjak tajam menjadi Rp 19,6 miliar, atau naik Rp 7,3 miliar dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 12,3 miliar.
Total belanja tersebut kemungkinan tidak semata-mata hanya untuk iklan reklame, karena dalam laporan keuangan tidak dirinci secara spesifik item-item dalam nomenklatur belanja tersebut.
Selain belanja reklame dan satu pos anggaran lainya, sejumlah pos lain juga menyerap anggaran cukup signifikan. Langganan jurnal, surat kabar, dan majalah:
Rp 545,5 juta.
Belanja TV Membengkak
Belanja untuk kawat/faksimili/internet/TV berlangganan turut meningkat menjadi Rp 9,3 miliar, naik dari Rp 6,8 miliar pada tahun sebelumnya (2023).
Belanja Majalah dan Honorarium
Honorarium untuk Tim Penyusunan Jurnal, Buletin, Majalah, serta Pengelola Teknologi Informasi dan Website tercatat sebesar Rp 3,3 juta.
Untuk belanja tahun 2025, akan diulas pada tayangan selanjutnya seberapa besar postur belanjanya apakah makin membengkak atau datar saja.
Bagaimana Tahun Anggaran Selanjutnya?
Untuk tahun anggaran 2026, diinformasikan bahwa Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat akan mengalami penurunan akibat adanya efisiensi anggaran nasional.
Hal ini memunculkan pertanyaan: Pos-pos belanja apa saja yang akan dipangkas tahun 2026?
Akankah belanja-belanja seperti di atas tetap dipertahankan, atau bahkan meningkat pada 2025 dan seterusnya?
Kadiskominfo, Rudi Panjaitan dan Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah belum merespons konfirmasi dan klarifikasi BatamNow.com. (H/Red)

