BatamNow.com – Otoritas Pelabuhan Penumpang Internasional Singapura telah memberlakukan pemeriksaan dengan sistem autogate di pintu kedatangan dari luar negeri (LN), setelah sekian lama pengecekan buku paspor secara manual.
“Sudah autogate mulai hari ini dan kami lewat HarbourFront,” kata Astina, tour guide dari Batam.
Ia menjawab dari Singapura saat dikonfirmasi dari Batam lewat WhatsApp pada Rabu (25/01/2023) sore.
Menurut informasi yang ia dapat semua pelabuhan kedatangan penumpang dari LN ke Singapura baik laut dan udara sudah menggunakan autogate untuk pemeriksaan buku paspor.
Selama ini Singapura masih dengan pemeriksaan manual di konter imigrasi yang super ketat.
Tak ayal, khusus penumpang dari Batam, dan Tanjungpinang serta Karimun kerap antre berdiri, kadang sampai memakan waktu dua jam terlebih saat peak season.
Terakhir pada Imlek yang jatuh pada 22 Januari 2023. Dua hari sebelumnya dan pada hari H Imlek pelancong dari Batam ke Singapura membeludak dan harus antre panjang menunggu giliran pemeriksaan petugas imigrasi Singapura.
Permasalahan yang masih membelit pelancong era autogate adalah soal nama dengan satu kata yang tertera di buku paspor.
Bagi pelancong dengan satu kata atau hanya first name, masih ditolak mesin autogate dan akhirnya tetap diperiksa petugas imigrasi secara manual.
“Benar, teman saya yang memandu 30 orang rombongan tur dari Indonesia lewat Batam, sebanyak 27 orang tak lolos dari autogate dan harus diperiksa manual oleh petugas imigrasi Singapura, itu disebab satu nama,” ujar Astina.
Penulisan nama oleh pemilik paspor Indonesia, umumnya hanya menggunakan satu kata.
Sementara menurut standar internasional penulisan nama di paspor paling tidak dengan dua kata, yakni gabungan first name (nama asli) dengan surname (nama keluarga).
Bahkan di Arab penulisan nama di Paspor umumnya dengan tiga kata, yakni first name, midle name dan surname.
“Memang kebiasaan kita dengan satu kata di nama tak jarang jadi masalah di LN ketika pemeriksaan di meja petugas imigrasi tak kecuali dengan mesin autogate,” ujar Parminto yang biasa keluar masuk Eropa.
Demikian juga ketika di Singapura, sehingga pada pemeriksaan di pos imigrasi masih sering di-interview dengan waktu sedikit lama.
Tampaknya negara Singapura yang terkenal dengan super ketat mendeteksi pelancong, sudah memercayakannya dengan teknologi kekinian lewat mesin autogate.
Jauh sebelum penerapan autogate kedatangan ini, pada setiap keberangkatan dari Singapura sudah menggunaan autogate. (red)

