Pengelolaan Sampah di Batam Buruk Masyarakat Disalahkan, Pendapatan Retribusi Melonjak: ke Mana Uangnya? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pengelolaan Sampah di Batam Buruk Masyarakat Disalahkan, Pendapatan Retribusi Melonjak: ke Mana Uangnya?

by BATAM NOW
05/Feb/2025 12:31
Akhirnya, Truk Sampah Milik Kota Batam yang Modern Itu Terkapar Tengkurap Juga

Truk sampah milik Pemko Batam yang muatannya menumpuk melebihi dimensi kapasitas muatan. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Permasalahan pengelolaan sampah yang buruk di Kota Batam, disorot tajam masyarakat dan DPRD di sini.

Sampah tak terangkut lalu menumpuk di mana-mana. Aroma busuk pun menyengat hidung. Kondisi seperti itu yang sedang terjadi.

Salah satu titik tumpukan sampah di Kecamatan Sagulung, Batam. Tak ada tempat penampungan sampah sementara di lokasi tersebut (F: BatamNow)

Padahal oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kota ini sebagai kota modern yang ia pimpin belasan tahun.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam seolah menyalahkan masyarakat sebagai biang permasalahan pengelolaan sampah di tengah kapasitas armada angkut salah satu penyebabnya.

Truk sampah Pemko Batam, terkapar tengkurap di Jalan Sudirman dekat Laluan Madani, Kamis (30/05/2024). (F: ist)

Selain permasalahan fisik sampah yang cukup lama meresahkan masyarakat, ada hal menarik jika mencermati laporan keuangan pendapatan retribusi persampahan ini selama tahun 2024.

Kepala Bapenda Kota Batam, Raja Azmansyah dalam rilisnya lewat media, memaparkan realisasi retribusi sampah per Agustus 2024, baru mencapai Rp 20,8 miliar dari target anggaran sebesar Rp 45 miliar atau baru tercapai 46,22 persen. Atau rata-rata pendapatan Rp 2,6 miliar per bulan.

Namun dalam laporan keuangan yang disajikan di siependa.batam.go.id realisasi retribusi pendapatan pelayanan persampahan di Batam per Desember 2024 mencapai Rp 38,6 miliar atau tercapai 80,66 persen dari total anggaran Rp 47,85 miliar.

Artinya terdapat lonjakan pendapatan sebesar Rp 17,8 miliar dalam empat bulan, atau rata-rata Rp 4,4 miliar per bulan.

Realisasi retribusi layanan persampahan/ kebersihan di Kota Batam tahun 2024 yang ditampilkan di laman SIEPENDA milik Pemerintah Kota Batam. (F: Tangkapan layar)

Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara mempertanyakan lonjakan penerimaan retribusi pelayanan persampahan, namun pelayanan memburuk.

“Pendapatan retribusi sampah bisa tiba-tiba melonjak setiap bulan sekitar 95 persen, lalu uangnya kok pengadaan truk sampah bermasalah,” katanya.

Panahatan meminta aparat penegak hukum turun menyelidiki laporan keuangan Bapenda Kota Batam.

Kepala Bapenda Kota Batam Raja Azmansyah yang dikonfirmasi tak menjawab konfirmasi BatamNow.com. (red)

Berita Sebelumnya

Seorang Lansia Korban Jiwa dalam Kebakaran Toko Furnitur di Bengkong Indah Atas

Berita Selanjutnya

KPK Usut Dana Pokmas di Jawa Timur, LI-Tipikor: Polda Kepri Jangan Kalah Usut di Batam

Berita Selanjutnya

KPK Usut Dana Pokmas di Jawa Timur, LI-Tipikor: Polda Kepri Jangan Kalah Usut di Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com