Penyebab Blackout Batam Simpang Siur: Hewan Liar, Petir dan Masalah Peralatan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Penyebab Blackout Batam Simpang Siur: Hewan Liar, Petir dan Masalah Peralatan

15/Okt/2026 09:11
Burung Pipit Mao Zedong Jadi Kambing Hitam, Binatang Liar Batam Disebut Penyebab Blackout Listrik

Plang papan nama gardu induk 150 kV Sei Harapan milik PLN Batam, di Sekupang, Kota Batam. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Penyebab padamnya listrik secara mendadak dan meluas (blackout) di Batam pada Senin (12/10/2026) masih simpang siur.

Di tengah perbedaan keterangan mengenai pemicu gangguan, Danantara Indonesia mengumumkan perubahan struktur pengelolaan dan penyegaran manajemen PLN Batam.

Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, menyebut binatang liar terindikasi mengganggu gardu induk.

“Hewan liar terindikasi mengganggu gardu induk,” kata Rudi di Batam, Selasa (13/10/2026).

@batamnow Manajemen PLN Batam diminta memberikan penjelasan konkret dan akuntabel mengenai indikasi hewan liar yang disebut menjadi penyebab pemadaman listrik massal (blackout) di Batam dan Bintan pada Senin (12/10/2026). Pada Selasa (13/10/2026), Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono mengungkapkan ke media bahwa hewan liar diduga menjadi penyebab gangguan listrik tersebut. Namun, penjelasan teknis secara terperinci belum disampaikan Rudi. Pun jenis hewan, lokasi persis gangguan, komponen yang terdampak, serta mekanisme hingga listrik di Batam padam mendadak dan meluas. Publik mempertanyakan bagaimana hewan liar dapat mengganggu sistem kelistrikan hingga menyebabkan pemadaman meluas. Rudi mengindikasikan hewan liar menganggu gardu di Sei Harapan, Batam, dinilai belum cukup tanpa disertai kronologi dan bukti teknis yang menjelaskan hubungan langsung antara keberadaan hewan tersebut dan blackout. Sistem Pengamanan Gardu Dinilai Lemah Kondisi dijelaskan di atas memunculkan pertanyaan mendasar: apakah sistem pengamanan gardu listrik begitu rentan sehingga dapat terganggu oleh masuknya hewan liar? Bukankah sejak awal desain dan pengoperasian gardu harus memperhitungkan berbagai potensi gangguan, baik teknis maupun fisik, termasuk risiko masuknya hewan ke area atau peralatan bertegangan? Publik juga perlu mengetahui apakah gangguan tersebut terjadi akibat kelemahan pengamanan, kegagalan peralatan, atau faktor lain yang baru terungkap melalui investigasi teknis. Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, meminta PLN Batam membuka secara transparan. kronologi kejadian serta hasil investigasi teknis yang menjadi dasar penetapan penyebab blackout. “Publik wajib mengetahui secara rinci binatang apa yang dimaksud, bagaimana prosesnya hingga menyebabkan gangguan, serta di mana kejadian itu berlangsung,” kata Panahatan. Menurutnya, penjelasan tentang indikasi hewan liar sebagai pemicu gangguan tidak cukup apabila tidak disertai bukti teknis yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara keberadaan hewan tersebut dan terputusnya pasokan listrik secara luas. Senada, Santoso pemerhati perlindungan konsumen ini katakan, secara teknis hewan dapat mengganggu sistem kelistrikan apabila menyentuh atau menjembatani komponen bertegangan, masuk ke peralatan gardu, atau memicu hubung singkat yang menyebabkan sistem proteksi bekerja. Namun, indikasi tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan peralatan, catatan gangguan, rekaman sistem proteksi, dan kronologi pemulihan jaringan. Karena itu, katanya, PLN Batam perlu menjelaskan titik awal gangguan, komponen yang terdampak, proses penyebaran gangguan hingga memicu blackout, serta hasil investigasi mengenai penyebab utamanya. Pemadaman pada Senin (12/10/2026) dilaporkan berdampak terhadap sekitar 400 ribu pelanggan. Gangguan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas rumah tangga dan dunia usaha, tetapi juga mengganggu pelayanan air minum perpipaan di sejumlah wilayah… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #plnbatam #batamtiktok #fyp ♬ Comedy Scenes – Comical, stupid, odd, lovely (Drumless)(1441321) – Ponetto

Namun, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menyebut gangguan peralatan sebagai penyebab blackout.

Keterangan itu disampaikan sebelum Suroso diangkat menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara elektronik pada Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi menyebut gangguan jaringan akibat petir dan kendala teknis lainnya.

“Dan ada beberapa jaringan karena trouble, karena ada petir dan menurut mereka ya, dan ada kendala teknis kira-kira begitu,” katanya kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga:  Publik Pertanyakan Sistem Pengamanan Gardu, PLN Batam Diminta Buka Bukti Hewan Liar Pemicu Blackout

Perbedaan keterangan tersebut menyisakan pertanyaan mengenai penyebab utama blackout yang melumpuhkan sistem kelistrikan Batam. Publik masih menunggu penjelasan teknis yang menyeluruh dan terukur dari pihak berwenang.

@batamnow Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah faktor teknis yang diduga menjadi penyebab pemadaman listrik (blackout) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Salah satunya, gangguan pada jaringan listrik akibat kelelawar. Bahlil menyampaikan hal tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Ia mengatakan, terdapat tiga persoalan teknis yang menjadi penyebab gangguan listrik di Batam. Salah satu persoalan yang disebutkan adalah adanya hewan yang mengganggu jaringan listrik. “Teknisnya itu ada tiga, salah satu di antaranya adalah katanya ada hewan atau apa yang kena, kelelawar atau apa,” ujar Bahlil. Selain kelelawar, Bahlil menyebut petir turut menyebabkan gangguan pada sejumlah jaringan listrik di Batam. Ia juga menyinggung adanya kesalahan teknis lain yang memengaruhi sistem kelistrikan. “Ada beberapa persoalan teknis di wilayah Batam. Ada beberapa jaringan yang kena trouble karena ada petir, menurut mereka ya. Dan ada kesalahan teknis lah,” katanya. Meski demikian, Bahlil menegaskan perlunya perbaikan secara intensif oleh pihak terkait agar gangguan serupa tidak terus berulang dan pelayanan listrik kepada masyarakat dapat ditingkatkan. “Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat,” imbuhnya. Blackout Batam Berlangsung Lebih dari 12 Jam Gangguan listrik yang melanda Batam pada Senin (12/10/2026) berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Pemadaman berlangsung lebih dari 12 jam, sejak sekitar pukul 07.00 WIB hingga malam hari. Blackout tersebut mengganggu berbagai aktivitas warga dan kegiatan usaha. Pada saat yang sama, distribusi air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam juga mengalami gangguan. Sejumlah warga turut mengeluhkan kendala sinyal telekomunikasi, sementara lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan tidak berfungsi. Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono mengungkapkan ke media bahwa hewan liar diduga menjadi penyebab gangguan listrik tersebut. Namun, penjelasan teknis secara terperinci belum disampaikan Rudi. Pun jenis hewan, lokasi persis gangguan, komponen yang terdampak, serta mekanisme hingga listrik di Batam padam mendadak dan meluas. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #plnbatam #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com

Danantara Ubah Struktur Pengelolaan PLN Batam

Di tengah sorotan terhadap blackout, pemerintah pusat melakukan perubahan kepemimpinan di PLN.

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pergantian Direktur Utama PLN, yang kemudian diikuti pengangkatan Suroso Isnandar melalui RUPSLB pada Rabu (14/10/2026).

Pada hari yang sama, Danantara Indonesia mengumumkan perubahan  pengelola PLN Batam. Perusahaan yang dikenal sebagai Bright PLN Batam itu selanjutnya akan berada langsung di bawah Danantara Indonesia.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi dan pengembangan usaha untuk memperkuat perusahaan, meningkatkan pelayanan kelistrikan, serta memperkuat daya tarik investasi di Batam.

Selain perubahan struktur pengelolaan, Danantara juga akan melakukan penyegaran manajemen PLN Batam guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Danantara menyatakan langkah penguatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, kualitas pelayanan, serta kecepatan respons terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Sebelum perubahan tersebut, PT PLN (Persero) tercatat menguasai 99,99 persen saham PLN Batam, sedangkan 0,01 persen sisanya dimiliki Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN.

Danantara Minta Maaf kepada Pelanggan

Dony Oskaria juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PLN Batam atas gangguan pasokan listrik yang terjadi.

Ia menyatakan penyegaran manajemen menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perusahaan dan meningkatkan mutu layanan. (Red)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Terdakwa Yehezkiel Bersimpuh di Pangkuan Ibu Usai Dinasihati Hakim PN Batam

Berita Selanjutnya

Gelombang Demo Krisis Air Batam, Kali Ini Warga Tembesi Geruduk Kantor ABHi

Berita Selanjutnya
Gelombang Demo Krisis Air Batam, Kali Ini Warga Tembesi Geruduk Kantor ABHi

Gelombang Demo Krisis Air Batam, Kali Ini Warga Tembesi Geruduk Kantor ABHi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com