Pertamina Sidak Laundry di Batam, Tegaskan Elpiji Subsidi Bukan untuk Usaha Komersial - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Pertamina Sidak Laundry di Batam, Tegaskan Elpiji Subsidi Bukan untuk Usaha Komersial

by BATAM NOW
26/Agu/2025 17:45
Pertamina Sidak Laundry di Batam, Tegaskan Elpiji Subsidi Bukan untuk Usaha Komersial

Sales Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Disperindag Kota Batam dan Hiswana Migas Kepri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah usaha pencucian pakaian (laundry) di Batam, Selasa (26/08/2025).

Sidak ini dilakukan untuk menertibkan penggunaan elpiji subsidi untuk komersial yang tidak sesuai aturan.

Sales Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, Bagus Handoko, mengatakan banyak laundry masih menggunakan elpiji subsidi bukan karena sengaja, melainkan belum mengetahui adanya regulasi.

“Sidak tadi itu sebenaranya bagian dari edukasi kita mengedukasi ke masyarakat bahwa berdasarkan regulasi dari Dirjen Migas ada pihak-pihak yang memang tidak berhak menggunakan elpiji subsidi,” jelas Bagus.

Dalam sidak, Pertamina juga menghadirkan program trade in. Tabung subsidi yang ditarik diganti dengan tabung non-subsidi, yakni dua tabung 3 kg ditukar menjadi satu tabung Bright Gas 12 kg secara gratis.

Bagus berharap kegiatan ini menjadi pelajaran positif bagi pelaku usaha laundry agar beralih ke elpiji non-subsidi. Ia menyebutkan, hasil uji coba sebelumnya menunjukkan penggunaan Bright Gas 12 kg justru bisa menghemat konsumsi hingga 29 persen.

“Jadi tidak semenakutkan itu untuk konversi dari 3 kg ke 12 kg. Selain kita dapat potensi penghematan, kita juga dapat benefit lain, taat aturan, lebih aman,” ujarnya.

Terkait isu kelangkaan elpiji subsidi, Bagus menegaskan pasokan justru meningkat dari 144 metrik ton per hari pada 2024 menjadi 177 metrik ton saat ini.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan dipicu oleh tumbuhnya UMKM baru seiring bertambahnya pendatang yang ingin mengadu nasib di Batam.

Bagus menjelaskan, Pertamina bersama pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kebutuhan elpiji setiap tiga bulan untuk menyesuaikan alokasi sesuai permintaan di lapangan.

“Kami akan mengevaluasi dan tiap tiga bulan akan diusulkan adjustment alokasi jika memang dibutuhkan. Tapi dasarnya tetap dari pemerintah daerah selaku penguasa wilayah,” tambahnya. (H)

Berita Sebelumnya

“Batam Sakit Parah”, BEM SI Kerakyatan Kepri Bagian Sumbagut Akan Gelar Aksi “Indonesia Sold Out”

Berita Selanjutnya

BP Batam Gelar Konsultasi Publik Revisi PP 46/2007, Mencuat Wacana Penambahan 22 Pulau ke Wilayah Kerja KPBPB

Berita Selanjutnya
BP Batam Gelar Konsultasi Publik Revisi PP 46/2007, Mencuat Wacana Penambahan 22 Pulau ke Wilayah Kerja KPBPB

BP Batam Gelar Konsultasi Publik Revisi PP 46/2007, Mencuat Wacana Penambahan 22 Pulau ke Wilayah Kerja KPBPB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com