BatamNow.com – Reshuffle kepemimpinan di PT Persero Batam terus berlanjut.
Setelah Arham S Torik digantikan oleh Djoko Prasetyo sebagai Direktur pada Desember 2024, kini jabatan Chief Operating Officer (COO) turut mengalami perubahan.
Mohamad Iqbal digantikan oleh M Roem Olifwan.
M Roem Olifwan adalah kelahiran Medan, 18 Oktober 1970 yang sebelumnya di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Pendidikan terakhir S2 Bisnis, jurusan Business Strategi Bina Nusantara University.
Informasi yang didapat BatamNow.com, serah terima jabatan berlangsung di kantor PT Persero Batam, Rabu, 2 Juli 2025, pukul 13.00, dan dihadiri Direktur Djoko Prasetyo.
Belum ada penjelasan resmi dari manajemen mengenai informasi dan alasan pergantian ini.
Isu yang berkembang di balik pergantian ini masih berkutat pada rencana alih-pengelolaan Pelabuhan Batu Ampar dari PT Persero Batam menuju operator baru.
Hingga kini kontrak pengelolaan Terminal Peti Kemas Dermaga Utara, Batu Ampar, oleh PT Persero Batam, masih berjalan selama 35 tahun. Dan ini ihwal kontroversi yang mencuat.
Diberitakan BatamNow.com, sebelumnya, BP Batam telah menyetujui konsorsium antara Interport dan ICTSI (Filipina) sebagai pengelola baru.
Rapat putusan pada 26 Mei 2025 menetapkan konsorsium ini dan meminta PT Persero Batam melepaskan seluruh sahamnya di PT Batam Terminal Peti Kemas (BTP)
Adapun struktur sahamnya sebagai berikut;
- PT Persero Batam: 94%
- Koperasi Persero Batam: 1%
- BACT (Batu Ampar Container Terminal): 5%
Sumber di BP Batam membocorkan bahwa BACT adalah entitas investasi dari konsorsium Interport–ICTSI.
Meskipun BP Batam meminta pelepasan saham, legalitas langsung pembelian saham oleh BP Batam masih belum ada.
Skenario yang terpantau media ini adalah pelepasan melalui perusahaan pihak ketiga.
Disebutkan jika proses ini disetujui, konsorsium tersebut akan menjadi pengelola resmi Pelabuhan Batu Ampar baik di Dermaga Utara, Selatan dan Timur.
Selain itu, informasi terbaru bawa pada 29 Juli 2025, dijadwalkan kedatangan 10 unit RTG (Rubber Tyred Gantry Crane) otomatis dari Shanghai, Cina—sebagai pendukung operasional terminal.
Pada 31 Mei lalu, empat unit STS crane telah masuk dari Tiongkok sebagai program kinerja para direksi sebelumnya.
Keempat STS Crane itu, sudah mulai uji coba dalam dua hari ini dan berjalan dengan baik.
Seiring kedatangan RTG, juga diinfokan, bahwa Dirut Persero Batam diminta oleh BP Batam untuk menandatangani kesiapan pengembalian pengelolaan terminal peti kemas tanpa syarat.
Hingga saat ini, Kabiro Umum BP Batam Muhammad Taofan, belum dapat memberi keterangan, kecuali masih mencari informasinya dulu.
Direktur PT Persero Batam, Djoko Prasetyo juga belum memberikan konfirmasi atas beberapa poin pertanyaan redaksi BatamNow.com hingga berita ini dirilis. (H/Red)

