BatamNow.com – Lagi-lagi pipa aliran air minum BP Batam “dibocorin” alat berat proyek pelebaran jalan BP Batam sendiri.
Kejadian berulang ini terjadi lagi pada Rabu (12/04/2023) di jaringan pipa air seputaran Kepri Mall.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, pukul 15.27, air menyembur deras dari pipa yang dibocorin itu. Kemudian, pekerja proyek di sana menggunakan bagian luar keranjang (bucket) satu unit ekskavator berwarna hijau untuk menutup titik kebocoran.
Kejadian ini sudah berulang dan entah yang kebeberapa kali dalam bulan terakhir ini.
Air Batam Hilir menginformasikan kali ini lagi terjadi kebocoran pipa DN 600mm di depan Kepri Mall dan saat ini perbaikan masih dalam proses.
SPAM Batam mengumumkan area terdampak di kawasan Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batu Ampar, Batu Merah, Sei Panas, Baloi, Tanjung Sengkuang, Batam Center, Area Perkantoran BP dan Pemko, Duta Mas, Kabil, Batu Besar dan sekitarnya.
Diperkirakan ratusan ribu sambungan aliran air minum ke rumah, ke ruko warga yang terputus pada Rabu (12/04) sore dan entah sampai kapan mengalir kembali.
Kejadian berkali ini membuat masyarakat resah, namun para pejabat di BP Batam, tampaknya, bergeming (‘tak peduli’) terus.
Berkali alat berat di pelebaran jalan proyek BP Batam mengoyak pipa jaringan air minum. “Seperti anak-anak main lato-lato saja,” kata seorang warga Baloi yang diminta pendapatnya seputar pipa yang ‘dibocorin’ itu.
Dia katakan, “ini ulah para pekerja proyek yang sembrono dan BP Batam tak peduli dengan keluhan dan keresahan warga selama ini akibat aliran air mati ke rumah dan ruko warga”.
Banyak warga menuding BP Batam tak profesional dalam mengerjakan proyek pelebaran jalan. “Dikerjakan dengan cara abal-abal, jalan yang diperlebar, air yang mati ke rumah dan ruko warga, jaka sembung,” kata seorang warga Anggrek Mas dengan nada emosi di mana kompleksnya turut terdampak air mati.
Dugaan warga, tak ada pengawasan ketat dan profesional atas pengerjaan proyek pelebaran jalan selama ini sehingga kejadian buruk serupa terulang “tak jeda”.
“Harusnya para pengawas proyek dari BP Batam yang banyak insinyur teknik sipil hebat-hebat itu sadar dirilah, mana lebih penting jalan lebar daripada air, hei pejabat BP Batam kau minum itu jalan lebar,” ujar warga yang resah karena sudah 3 jam air minum mati di rumahnya.
Catatan BatamNow.com, berkali masyarakat Batam menderita akibat aliran air minum mati ke rumah warga karena pipa air minum dibocorin alat berat yang mengerjakan proyek pelebaran jalan itu.
Namun para petinggi BP Batam seakan bergeming (“tak peduli”).
Sementara ditengah keresahan yang menerpa warga, pengumuman pengelola SPAM Batam “ngegaspol” soal peringatan “jangan telat bayar rekening tagihan air minum pada waktunya, denda pembayaran menanti”.
Pengumuman itu dimuat di media sosial SPAM Batam dan juga di beberapa media online.
“Melakukan pembayaran tagihan sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda keterlambatan pembayaran tagihan air,” demikian dikutip dari narasi peringatan seperti narasi mengancam itu.
“Pengumuman seperti tambah meresahkan kala aliran air minum perpipaan mati total, ini sangat menyakitkan warga. Kecenderungan sikap pengelola SPAM Batam yang berjiwa kapitalis membelakangi akan aspek sosial hajat hidup orang bayak ini, ngeri…,” ujar Baskoro warga Sei Panas pertelepon ke redaksi media ini.
Padahal, kata dia, negara lewat undang-undang menjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum ke warga. “Namun fakta di lapangan sebaliknya, peraturan undang-undang seolah tak dipedulikan para owner perusahaan pengelola SPAM Batam, sulit melawan oligarki apalagi ditambah para pejabat BP Batam bergeming,” ujarnya.
Pantauan BatamNow.com, pelayanan buruk SPAM Batam menjadi bagian hidup warga Batam di setiap sudut kota akhir-akhir ini.
“Masyarakat resah tak mendapat aliran air kehidupan padahal kedaulatan atas air yang sesungguhnya di tangan rakyat, tapi entah sudah dirampok siapa yang menangguk cuan,” kata Sutarman warga Batam Center lewat WhatsApp.
“Aer, aer, aer,” tulis warga lain ketika diminta pendapatnya di pusaran aliran air yang mati ini. (tim)

