Prakiraan Hujan Lebat di Batam Mulai Mei dan Desember - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Prakiraan Hujan Lebat di Batam Mulai Mei dan Desember

by BATAM NOW
10/Mar/2020 16:52
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Menurut BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim-Batam

Kurang lebih 78 hari ke depan bila belum turun hujan, Batam akan mengalami shutdown air.

Waduk Duriangkang yang mensuplai 70 persen pelanggan air bersih di Batam, debitnya, menyusut drastis.

Salah satunya disebabkan oleh tingkat curah hujan yang rendah di Batam.

Debit air di waduk Duriangkang elevasinya berada di level -3,07 meter di bawah bibir Spillway (bangunan pelimpah air), data per Minggu (8/3/2020).

Per harinya rata-rata turun 2 sampai 3 centimeter. Bila terus turun ke level -5 meter, distribusi air di Batam akan mati total alias shutdown.

BP Batam sebagai pemilik lima waduk aktif yang dioperatori ATB berencana menempuh dua langkah untuk mengatasi krisis air ini.

Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan kepada media menyampaikan opsi mengatasi kondisi kritis ini.

Nanti, katanya, dimulai kesepakatan kerjasama dengan TMC BPPT untuk selanjutnya dilakukan kajian pemilihan teknologi hujan buatan.

Pernyataan Binsar ini disampaikan saat menggelar konfrensi pers bersama pihak PT ATB, Kamis(5/3/2020) lalu, di ruang Marketing Center BP Batam.

Kemungkinan penerapan TMC itu juga ditanya BatamNow ke BMKG SHN-Batam. Hal ini karena menurut Suratman, pihak BMKG akan dilibatkan jika opsi TMC itu hendak dilakukan.

“Biasanya dari kami memberikan data-data mengenai kondisi cuaca,” terang Suratman.

Faktor sukses-tidaknya teknologi modifikasi cuaca akan dipengaruhi posisi awan, ketebalan awan, kematangan awan dan kecepatan angin serta arahnya.

“TMC biasanya dilakukan pada kondisi awan yang benar-benar matang dan tebal. Di Batam sifat awannya tipis. Memang ada potensi awan tebal di Batam namun sifatnya lokalan,” kata Suratman.

Solusi berikutnya, menurut Binsar, dengan sekenario memompa air dari waduk Tembesi ke waduk Muka Kuning yang berjarak kira-kira 2,9 kilometer.

Upaya ini masih berproses hingga bulan Juni 2020 dengan biaya sekitar  Rp 50 Miliar.

(Junpa Siregar/om)

Page 2 of 2
Prev12
Berita Sebelumnya

Pasien Virus Corona di Indonesia Bertambah

Berita Selanjutnya

BMKG Batam Beberapa kali Mengingatkan BP Batam Soal Krisis Air 

Berita Selanjutnya
Suara Pengusaha yang Terdampak Virus Corona

BMKG Batam Beberapa kali Mengingatkan BP Batam Soal Krisis Air 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com