Presiden Prancis Hina Islam, Ini Reaksi Ustaz Abdul Somad - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Presiden Prancis Hina Islam, Ini Reaksi Ustaz Abdul Somad

by BATAM NOW
30/Okt/2020 17:38
Presiden Prancis Hina Islam, Ini Reaksi Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad. (F: Breakingviews)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai telah menghina agama Islam. Ulama kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) juga ikut bereaksi atas pernyataan Macron.

Dilansir dari detikcom, Ustaz yang akrab disapa UAS ini memberikan reaksi dengan mengunggah Journal Al Azhar dalam bahasa Arab di Instagramnya, @ustadzabdulsomad_official seperti dilihat detikcom Jumat (30/10). UAS memberi judul unggahannya: Al-Azhar Tegas Tolak Negosiasi Prancis.

UAS lalu menyertakan tulisan ini:

Dubes Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib agar membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis. Namun beliau menolak dan menjawab, “Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf.”

Kata Syaikh Ali Jumah, “Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya.”

Ucapan Presiden Prancis yang dituding menghina Islam bermula saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis, Samuel Paty. Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis ‘tidak akan menghentikan kartun (karikatur)’ dan menyebut sang guru dibunuh ‘karena Islamis menginginkan masa depan kita’.

Baca Juga:  Bea Cukai Batam Amankan 639 Slop Rokok dan 1.056 Kaleng Miras Ilegal Ditaksir Rp 500 Juta

Macron juga menyatakan perang terhadap ‘separatisme Islam’, yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.

Akibat sikap Macron menuai kecaman dari sejumlah negara seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Seruan boikot produk Prancis dari sejumlah negara juga menyeruak.

Pemerintah Indonesia mengecam pernyataan Macron. Kemlu telah memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard.

Pemanggilan terhadap Dubes Prancis untuk RI itu dilakukan pada Selasa (27/10). Namun, Olivier belum memberikan respons atas kecaman Indonesia akibat sikap Macron.

Kontroversi pernyataan Presiden Prancis yang menghina Islam itu dimulai ketika aktivitas guru sejarah Samuel Paty mengajar sambil menunjukkan gambar Nabi Muhammad di kelas kebebasan berbicara.

Gambar kartun dan karikatur Nabi Muhammad itu dari majalah Prancis, Charlie Hebdo terbitan tahun 2015. Paty akhirnya terbunuh dengan kepala dipenggal. Pelakunya adalah seorang ekstremis asal Chechnya yang berusia 18 tahun.(*)

Berita Sebelumnya

Eks Polisi Gagal Tusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi

Berita Selanjutnya

Gelaran Operasi Zebra 2020 Tidak Ada Target Tilang, Ini Instruksi Kapolri

Berita Selanjutnya
Gelaran Operasi Zebra 2020 Tidak Ada Target Tilang, Ini Instruksi Kapolri

Gelaran Operasi Zebra 2020 Tidak Ada Target Tilang, Ini Instruksi Kapolri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com