BatamNow.com – Keterlambatan jadwal pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam, tetiba saja disoal Kepala BP Batam Muhammad Rudi.
Ia pun berencana memanggil pihak PT Bandara Internasional Batam (BIB) sebagai pengelola bandara internasional itu untuk menanyakan mengapa terlambat.
Bagaimana kondisi sebenarnya sehingga jadwal pembangunannya diklaim terlambat?
Begini penjelasan Vice President Corporate Secretary PT BIB Aidhil Julian, kepada BatamNow.com, Sabtu (03/02/2024), yang jawabannya kami tulis secara utuh dengan gaya bertutur;
Pada dasarnya rencana pembangunan Terminal 2 dapat dikatakan masih dilakukan penyesuaian waktu.
PT BIB sebagai investor patuh dengan perjanjian. Hal ini dapat dilihat bahwa kami konsentrasi dalam penyelesaian renovasi Terminal 1 yang rencananya rampung di April atau Mei tahun ini.
Menjadi tantangan kami karena proses renovasi bersamaan dengan pengoperasian bandara sehingga kami fokus pada skenario layanan penumpang supaya tidak terdampak.
Kami konsisten terhadap misi kami di Batam sehingga komunikasi intensif tidak hanya dilaksanakan kepada Penanggung Jawab Kerjasama, namun juga kepada stakeholder yang lain sampai dengan Pemerintah Pusat untuk mengkoneksi rute internasional.
Misalnya pada tanggal 16 Februari akan terbang perdana rute Batam menuju Kuala Lumpur Internasional Airport dengan Lion Group.
Strategi kami adalah memanfaatkan seluruh entitas terafiliasinya Lion Group secara internasional, misalnya Batik Malaysia yang menghubungkan India, Asia Tengah, Eropa serta Thai Lion. Menghubungkan Batam dengan Bangkok dan China, serta memanfaatkan Incheon Airport yang merupakan Hub Global.
Penerbangan internasional dari Lion Group akan terhubung dengan 30 kota di Indonesia yang secara bertahap telah terbuka.
Di samping itu BIB telah mewujudkan adanya penerbangan langsung ke Kunming China dengan Citilink di tanggal 20 Januari 2024.
Penerbangan ini memiliki frekuensi di bulan Januari sampai Maret 1x perminggu. Pada bulan April sampai dengan Mei 2x seminggu dan selanjutnya Januari 2025 akan 3x seminggu. Hal ini dilaksanakan untuk menjaring minat turis datang ke Batam dan sebaliknya.
Kemudian pembukaan penerbangan ke Korea yang baru saja disetujui oleh Pemerintah RI dan Korea Selatan yang rencananya akan aktif pada tahun ini.
Membangun suatu ekosistem membutuhkan perencanaan bisnis yang matang. PT BIB telah siap dan mensinkronisasi setiap tahapan pelaksanaan rencana bisnis dengan rencana pemerintah serta rencana para pelaku usaha terkait.
BIB sebagai investor tentunya telah mempertimbangkan diri untuk berinvestasi di Batam.
Bisnis bandara merupakan bisnis yang bertumbuh sehingga BIB tentunya memiliki tahapan strategi untuk membuka penerbangan internasional di Batam termasuk konsisten dalam penyiapan fasilitas. (Aman/D)

