BatamNow.com – Kepala BP Batam Muhammad Rudi menyoroti keterlambatan pembangunan pengembangan terminal II Bandara Internasional Hang Nadim.
Bahkan Muhammad Rudi akan memanggil manajemen PT Bandara Internasional Batam (PT BIB) untuk mengetahui kendala di balik belum dilaksanakannya pembangunan terminal itu. Begitu dikutip dari batampos.co.id.
Pantauan BatamNow.com, banyak warga yang bertanya, ada apa antara Kepala BP Batam Muhammad Rudi dengan PT BIB, tetiba “meradang”?
Pihak PT BIB lewat Vice President Airport Marketing, Stanly Suh merespons dan akan menemui Muhammad Rudi untuk menyampaikan beberapa faktor penyebab keterlambatan.
Begitulah, di satu sisi Muhammad Rudi sangat berharap pembangunan terminal II itu dapat dengan segera dilaksanakan demi peningkatkan kapasitas bandara internasional itu.
Tapi hingga Februari 2024, faktanya tak sekencang wacana yang selalu didengungkan Wali Kota Batam yang akan mencalonkan diri di Pilkada Kepri pada November 2024 itu.
Mengapa pembangunan terminal II yang diskenariokan dapat menampung 5 juta penumpang itu tak kunjung dimulai?
“Ada masalah yang tidak bisa disampaikan ke publik tapi kami upayakan akan sesuai dengan target,” kata Stanly Suh, dikutip dari laman Batam Pos.
Tahun lalu, Dirut PT BIB Pikri Ilham Kurniansyah pernah mengeluarkan statement di media agar pengembangan terminal II Bandara Hang Nadim diharapkan bebas dari isu politik.
Lalu lewat komunikasi WhatsApp, Pikri Ilham Kurniansyah diwawancarai BatamNow.com dan berikut hasil wawancaranya;
Bisa dijelaskan apa maksudnya. Apakah ada unsur-unsur politik tertentu yang diduga menunggangi pengembangan pembangunan terminal II itu?
PT BIB merupakan entitas Penanaman Modal Asing sehingga kami fokus pada Investasi kami sebagai bisnis kami di Batam. Kami memahami bahwa Negeri kita akan merayakan pesta demokrasi oleh karena itu kami sebagai Investor akan menjalankan misi investasi kami dengan profesional sesuai dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan dalam kaitan dengan KPBU Hang Nadim.
Kapan pastinya peletakan batu pertama di terminal II Bandara Hang Nadim, Batam?
Masih dilakukan pembahasan dengan PJPK KPBU. PT BIB tetap konsisten dengan Perjanjian.Hal ini dibuktikan pada tahun 2022 dengan 6 bulan mengelola bandara, BIB telah menyetorkan bagi Hasil pendapatan ke kas negara sebesar 50 Miliar Rupiah.
Sejak Bandara Hang Nadim kami kelola tidak ada biaya dari negara sehingga manfaat dari KPBU dapat diterima langsung oleh negara.
Untuk dana pembangunannya bersumber dari BP Batam atau dari mana dan berapa besaran anggarannya?
KPBU Hang Nadim merupakan Project Finance sehingga selain dari equity,. Para pemegang saham, dalam pembiayaan, tentunya, memerlukan kreditor investasi. Baik dari lembaga keuangan bank maupun non bank, untuk besaran investasi tahap 1 sampai dengan 2 Triliun Rupiah.
Kalau dari investor (Incheon), sistem apa yang digunakan, apakah KPBU atau apa?
Komposisi pemegang saham adalah PT Angkasa Pura 1 sebesar 51 %, Incheon International Airport Corporation sebesar 30 % dan PT Wika sebesar 19 %. Para pemegang saham mendirikan PT BIB untuk melaksanakan KPBU.
Berapa luas bangunan terminal itu?
Terminal II merupakan bangunan baru dengan luas 50rb sqm atau meter persegi.
Terminal II akan digunakan untuk penerbangan internasional. Sementara sejauh ini penerbangan internasional dari mana saja yang terkoneksi ke Bandara Hang Nadim?
Direncanakan dapat menampung sekitar 5 juta penumpang
Konsep Hang Nadim baru adalah Smart Airport sehingga Management of Traffic dipersiapkan untuk mengoptimalisasi kapasitas ruangan untuk International dan Domestik.
Penerbangam saat ini yang sudah terlayani tujuan Malaysia.
Saat ini sedang dilakukan pembahasan untuk menambah frekuensi, termasuk penerbangan umroh, Haji dan penerbangan langsung ke Korea.
Dapat dijelaskan posisi BP Batam setelah Bandara Hang Nadim dikerjasamakan?
BP Batam sebagai pemilik aset. PT BIB sebagai investor dan operator sekaligus.
Ketika dikonfirmasi media ini terkait keterlambatan pembangunan terminal II Bandara Hang Nadim dan ‘teguran’ Kepala BP Batam, Dirut PT BIB belum merespons. (red)


Beritanya kerenz…up todate dan menganalisa tajam. Good job