BatamNow.com – PT Bandara Internasional Batam (BIB) menyatakan telah menerima pemberitahuan resmi dari pihak Jeju Air mengenai penghentian sementara operasional penerbangan langsung rute Batam (BTH) – Incheon (ICN) – Batam untuk periode 1 Juni 2026 sampai dengan 24 Oktober 2026.
Corporate Secretary PT BIB, Aldi menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari kebijakan operasional dan evaluasi bisnis yang dilakukan oleh maskapai asal Korea Selatan itu.
Meurutnya, berdasarkan komunikasi yang telah dilakukan antara PT BIB dan Jeju Air, rute tersebut direncanakan untuk kembali beroperasi setelah periode penghentian sementara berakhir, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi industri penerbangan dan pasar perjalanan internasional ke depan.
“PT BIB tetap menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Jeju Air serta berharap layanan penerbangan langsung antara Batam dan Incheon dapat kembali beroperasi sesuai rencana sehingga konektivitas antara Indonesia dan Korea Selatan dapat terus terjaga,” jelas Aldi kepada BatamNow.com, Rabu (06/03/2026).

Terkait alasan penghentian sementara rute itu, lanjutnya, Jeju Air tidak menyampaikan musababnya adalah kendala pasokan bahan bakar pesawat di Bandara Hang Nadim Batam.
“PT BIB dapat memastikan bahwa pelayanan penyediaan bahan bakar pesawat udara (avtur) di Bandara Hang Nadim Batam hingga saat ini tetap berjalan dengan baik, normal, dan mampu memenuhi kebutuhan operasional seluruh maskapai yang beroperasi di bandara,” ujar Aldi.
Ia tak memungkiri, maskapai penerbangan menghadapi berbagai tantangan operasional dan komersial yang cukup kompleks sebagaimana yang saat ini dihadapi oleh industri penerbangan global.
Tantangan tersebut meliputi dinamika permintaan pasar, efisiensi jaringan penerbangan, biaya operasional yang meningkat, fluktuasi harga bahan bakar pesawat udara, nilai tukar mata uang, kondisi geopolitik global, serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara yang turut mempengaruhi pola perjalanan masyarakat.
“Dalam kondisi tersebut, maskapai secara berkala melakukan evaluasi terhadap jaringan rute yang dioperasikan guna menjaga keberlanjutan usaha dan optimalisasi kinerja operasional. Oleh karena itu, PT BIB menghormati keputusan bisnis yang diambil oleh Jeju Air sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan operasionalnya dengan kondisi pasar dan industri penerbangan saat ini,” kata Aldi.

Jeju Air masih merupakan satu-satunya maskapai yang melayani penerbangan langsung reguler pada rute Batam–Incheon, sebelum dihentikan sementara.
Aldi menjelaskan, masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Korea Selatan masih memiliki beberapa alternatif penerbangan melalui kota transit internasional. Dari Bandara Hang Nadim Batam, penumpang dapat memanfaatkan penerbangan menuju Kuala Lumpur yang dilayani setiap hari oleh Batik Air Malaysia dan AirAsia Malaysia, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Incheon maupun kota-kota lainnya di Korea Selatan melalui jaringan penerbangan internasional yang tersedia.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan alternatif perjalanan melalui Jakarta, Singapura, dan penerbangan internasional lainnya yang memiliki konektivitas langsung menuju Korea Selatan.
“PT BIB secara aktif terus melakukan komunikasi, penjajakan pasar, serta promosi rute kepada berbagai maskapai domestik dan internasional guna membuka peluang pengembangan rute baru dan memperkuat konektivitas internasional Batam, termasuk untuk pasar Korea Selatan yang dinilai memiliki potensi yang sangat baik dari sisi pariwisata, perdagangan, investasi, maupun industri MRO,” terangnya.
Jeju Air Telah Layani 35.192 Penumpang
Jeju Air melayani penerbangan perdana rute Batam-Incheon per 17 Oktober 2024, atau kini sudah hampir 20 bulan beroperasi.
Data diberikan PT BIB, Jeju Air telah melayani sebanyak 35.192 penumpang pada rute Batam – Incheon – Batam, sejak 17 Oktober 2024 hingga 30 Mei 2026.
“Secara umum, kehadiran penerbangan langsung Batam–Incheon memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan konektivitas internasional Bandara Hang Nadim Batam. Rute ini tidak hanya mendukung mobilitas wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan bisnis, investasi, perdagangan, pendidikan, serta pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea Selatan,” jelas Aldi.
Dari sisi pergerakan penumpang, lanjutnya, tren trafik selama periode operasional menunjukkan kondisi yang fluktuatif mengikuti dinamika pasar penerbangan internasional. Pada periode-periode tertentu, khususnya saat musim liburan dan peak season, tingkat permintaan menunjukkan peningkatan yang cukup baik. Namun demikian, pada periode lainnya terjadi penyesuaian permintaan yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, harga tiket penerbangan, serta perubahan pola perjalanan masyarakat.
“Meskipun menghadapi berbagai tantangan industri, rute Batam–Incheon tetap menjadi salah satu rute internasional strategis yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan konektivitas udara Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau,” ucapnya.
Pelayanan Aviasi Tetap Berjalan Baik
Aldi menjelaskan, hingga saat ini PT Bandara Internasional Batam tidak menerima pemberitahuan resmi dari maskapai lain terkait penghentian maupun pengurangan frekuensi penerbangan yang secara khusus disebabkan oleh kendala pasokan bahan bakar pesawat udara di Bandara Hang Nadim Batam.
“Operasional pelayanan aviasi di Bandara Hang Nadim Batam tetap berjalan dengan baik dan mampu mendukung kebutuhan operasional seluruh maskapai yang beroperasi,” imbuhnya.
Pada prinsipnya, lanjut Aldi, keputusan maskapai terkait pembukaan rute baru, penambahan frekuensi, pengurangan frekuensi, maupun penghentian suatu rute merupakan bagian dari evaluasi bisnis yang mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain tingkat permintaan pasar, efisiensi operasional, biaya operasional, persaingan pasar, ketersediaan armada, serta kondisi ekonomi dan industri penerbangan secara global.
“PT BIB juga mencermati bahwa kondisi industri penerbangan global saat ini masih menghadapi berbagai tantangan yang berdampak pada biaya perjalanan udara, termasuk kenaikan berbagai komponen biaya operasional. Kondisi tersebut pada beberapa pasar dapat mempengaruhi daya beli masyarakat dan keputusan perjalanan, sehingga berdampak terhadap pergerakan penumpang di sejumlah rute penerbangan,” terangnya.
PT BIB, kata Aldi, tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan trafik penumpang dan terus berupaya bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan konektivitas, menarik pembukaan rute baru, serta memperkuat posisi Bandara Hang Nadim Batam sebagai salah satu gerbang udara internasional strategis di Indonesia.
“PT Bandara Internasional Batam senantiasa berkomitmen untuk mendukung kelancaran operasional seluruh maskapai pengguna jasa bandara serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, konektivitas udara, dan pengembangan jaringan penerbangan guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, dan perekonomian Kota Batam serta Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Aldi.
Diberitakan BatamNow.com, Branch Manager Jeju Air, Jeon Youhak, melalui surat resmi tertanggal 9 Mei 2026 menginformasikan penghentian sementara rute Incheon – Batam – Incheon per tanggal 1 Juni hingga 24 Oktober 2026.
Dalam surat bernomor JJA/BM-BTH/12/MAY/2026 itu disebutkan bahwa penangguhan penerbangan dilakukan karena masih berlangsungnya kendala pada pasokan bahan bakar penerbangan yang berdampak pada operasional maskapai.
Namun terkini, PT BIB selaku pengelola bandara di Batam, menegaskan bahwa untuk pelayanan penyediaan bahan bakar avtur di Bandara Hang Nadim Batam hingga saat ini tetap berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan operasional seluruh maskapai yang beroperasi di bandara. (D)
