BatamNow.com – Sekitar 150 model wanita menghadiri pesta rahasia oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Maladewa pada tahun 2015.
Dilansir Jurnal Soreang, sebuah buku mengklaim Mohammed tiba di resor hanya setelah model diuji untuk penyakit menular seksual.
Ada begitu banyak dari mereka, sekitar 150, dan sebagian besar telah melakukan perjalanan selama berhari-hari.
Dikutip Jurnal Soreang dari varindia.com, mereka terbang dari Brazil atau Rusia ke Male, ibu kota Maladewa, sebuah negara kecil di Samudra Hindia.
Dari Male, para wanita naik pesawat yang lebih kecil ke kepulauan utara, dimana mereka naik perahu melintasi hamparan biru kehijauan Samudra Hindia ke Velaa.
Resor ini memiliki staf yang siap menyambut setiap wanita dan dengan sopan mengantarnya dengan kereta golf ke pusat medis untuk diuji penyakit menular seksual.
Hanya setelah pengujian selesai dan para wanita telah menetap di vila mereka, pesawat amfibi yang membawa Mohammed bin Salman dan teman-temannya tiba.
Untuk menjaga privasinya, staf tidak diperbolehkan menggunakan smartphone dan hanya diperbolehkan menyimpan ponsel Nokia 3310, demikian klaim buku tersebut.
Mohammed pertama kali mengunjungi Velaa sekitar setahun sebelumnya dengan rombongan ayahnya dan dibawa ke resor.
Karena pemerintah Maladewa melarang resor untuk mendirikan bangunan yang lebih tinggi dari pohon di sekitarnya.
Pengembang Velaa memasang pohon palem yang sangat tinggi di sepanjang satu pantai sehingga ia dapat mendirikan menara dengan pemandangan laut.
Atapnya hanya mencapai ubun-ubun sawit yang ditransplantasikan.
Di bawah menara itu ada gudang bawah tanah yang diisi dengan anggur Prancis dengan harga selangit.
Dan itu terpisah dari restoran utama resor, yang dibangun di atas air sehingga pengunjung dapat menyaksikan penyu.
Berenang di bawah sambil menyantap makanan yang disiapkan oleh koki gourmet.
Biaya yang dikeluarkan adalah USD 50 juta atau setara dengan Rp 732 miliar. Masing-masing lebih dari 300 staf resor akan mendapatkan bonus USD 5.000 atau Rp 73 juta sebagai tip uang tunai yang murah hati.
Sebagai bayangan, pekerja yang sama biasanya berpenghasilan hanya USD 1.000 hingga USD 1.200 atau Rp 14 juta hingga Rp 17 juta sebulan. (*)

