BatamNow.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, kembali menggaungkan rencana pembangunan pasar pengganti “Kastil Drakula”, setelah empat tahun dirobohkan.
“Kastil Drakula” hanyalah julukan yang cukup lama disematkan warga Batam pada bentuk bangunan Pasar Induk, yang dulu menjulang di kawasan Sei Jodoh, Batam.
Julukan tersebut muncul karena bentuk fisiknya yang agak ekstrem. mirip Bran Castle di Rumania—kastil yang sering dikaitkan dengan legenda vampir Count Dracula.

Pasar ini dulu dibangun tahun 2001 dengan anggaran Rp 94 miliar dari Kementerian Perdagangan (dahulu Departemen Perdagangan) dan mulai dioperasikan pada 2006.
Namun sejak diresmikan, pasar tidak pernah berfungsi optimal. Bangunan itu lambat laun terbengkalai, sunyi dan terkulai.
Banyak pedagang menyebut kondisinya seperti rumah hantu, sebelum akhirnya diratakan oleh Tim Terpadu Kota Batam pada Juli 2021.

Proyek Drainase di Tengah Wacana Revitalisasi
Di tengah pernyataan Amsakar Achmad di media, publik mempertanyakan proyek drainase di atas lahan itu.
Pemko Batam ternyata sedang membangun sistem drainase kota, lengkap dengan rumah pompa dan fasilitas pendukung, sejak 6 Februari 2025.
Proyek ini menelan anggaran Rp 18,25 miliar dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025.
Pertanyaan yang muncul, apakah proyek ini memang memanfaatkan sebagian lahan Pasar Induk, Jodoh?
Berapa luas lahan yang tersisa dari total 2,1 hektare yang dulu diklaim Pemko untuk pasar?
Apakah proyek ini masih dengan desain lima lantai yang sebelumnya dirancang dengan anggaran Rp334 miliar?
Dan dari mana sumber pendanaan rencana pembangunan pasar induk di tengah efisiensi yang dicanangkan Presiden Prabowo?

Jenuh dengan Janji Palsu
Selama dua periode pemerintahan Pemko Batam di bawah kendali Wali Kota Muhammad Rudi, rencana revitalisasi Pasar Induk ini sering dikumandangkan, namun tak kunjung terealisasi.
Begitu juga “propaganda” Kadis Perindag Kota Batam, Gustian Riau, yang juga berkali-kali menjanjikan pembangunan ulang.
Masyarakat pun jenuh setiap mendengar perkembangan pasar induk itu.
“Hanya janji palsu yang bikin kami muak,” kata beberapa pedagang di kawasan Sei Jodoh yang masih berharap berdirinya pasar itu.
Pasar Induk Ikon Modern Batam
Kini, Amsakar Achmad menyatakan telah menerima paparan terbaru desain pasar.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pasar ini akan menjadi bagian dari strategi besar modernisasi pusat-pusat perdagangan rakyat di Batam.
Ia berjanji pasar yang akan dikebut penyelesaiannya akan menjadi ikon baru, dengan konsep ekonomi kerakyatan yang modern dan tertib.
Begitupun, sejumlah pedagang kembali bertanya-tanya.
“Kalau sekarang bilang mau digesa, ini bukan omon-omon lagi, kan?” kata mereka.
Sayangnya, baik Wali Kota Amsakar Achmad maupun Kepala Dinas Kominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, tidak memberikan respons saat dikonfirmasi BatamNow.com terkait kelanjutan proyek dan kejelasan timeline pelaksanaan pembangunan kembali bekas “Kastil Drakula” itu. (H/Red)

