BatamNow.com – Rombongan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Feri Internasional Batam Center pada Kamis sore (17/07/2025).
Kunjungan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah gugatan oleh pengelola lama yakni PT Synergy Tharada (ST) terkait pengelolaan pelabuhan yang kini tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA).
Puluhan anggota dewan tiba di lokasi sekitar pukul 15.18 WIB menggunakan sejumlah kendaraan merek Toyota Fortuner dan Kijang Innova berwarna hitam.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, serta Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni.

Setiba di pelabuhan, rombongan langsung diarahkan menuju beberapa titik strategis. Mereka sempat mengunjungi area Auto Gate Imigrasi di lantai dua, dilanjutkan ke ruang tunggu keberangkatan dan Executive Lounge di lantai satu.
Namun demikian, tidak ada pertemuan resmi atau dialog terbuka yang digelar selama kunjungan berlangsung.
Di sela kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berkomentar soal sengketa hukum atas pengelolaan pelabuhan tersebut. Menurutnya, permasalahan tersebut kini sudah menjadi kewenangan lembaga peradilan dan telah memasuki proses di MA dan menunggu putusan inkrah.
“Ini adalah persoalan lama. Kami telah berkomunikasi dengan BP Batam, dan saat ini kita tinggal menunggu hasil keputusan hukum yang berkekuatan tetap,” ujar Andre di dalam area gedung pelabuhan.
Sebagaimana diketahui, sengketa hukum ini bermula dari gugatan yang diajukan oleh PT Synergy Tharada (ST), mantan pengelola pelabuhan selama 22 tahun, terhadap BP Batam.
Gugatan wanprestasi ini terdaftar di Pengadilan Negeri Batam dengan nomor perkara 287/Pdt.G/2024/PN Btm dan kini telah naik ke tingkat kasasi di MA.
Andre menegaskan bahwa Komisi VI melalui Panitia Kerja (Panja) bertugas menampung berbagai permasalahan mitra kerja, termasuk dinamika yang terjadi di Batam Center.
“Panja Komisi VI hadir untuk membantu BP Batam di bawah kepemimpinan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia dalam menyelesaikan beragam persoalan, termasuk isu pelabuhan ini,” tambah Ketua Tim Panja Tata Kelola Kawasan Batam itu.
@batamnow Rombongan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Feri Internasional Batam Center pada Kamis sore (17/07/2025). Kunjungan ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah gugatan oleh pengelola lama yakni PT Synergy Tharada (ST) terkait pengelolaan pelabuhan yang kini tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA). Puluhan anggota dewan tiba di lokasi sekitar pukul 15.18 WIB menggunakan sejumlah kendaraan merek Toyota Fortuner dan Kijang Innova berwarna hitam. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota ex-officio Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, serta Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #amsakarachmad #liclaudiachandra #dprri ♬ Walking Around – Instrumental Version – Eldar Kedem
Terkait pengaduan dari PT Synergy Tharada yang sempat masuk ke Komisi VI DPR RI, Andre mengakui pihaknya sudah menindaklanjutinya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa langkah hukum adalah jalur yang harus dihormati semua pihak.
“Kami sudah menerima aduan dari PT ST, dan setelah kami klarifikasi, BP Batam menyatakan siap mematuhi hasil keputusan hukum. Maka dari itu, kami di DPR tidak bisa ikut campur dan akan tetap menghormati proses peradilan,” jelasnya.
Andre memastikan bahwa setelah putusan MA keluar, Komisi VI akan mengawal implementasi hasilnya agar dijalankan sesuai ketentuan.
“Kita tunggu hasil akhirnya. Intinya, BP Batam sudah menyatakan komitmennya untuk taat hukum. Kami pastikan proses ini berjalan sesuai aturan,” ujar Andre.
Rombongan DPR RI yang datang ke Batam ini adalah tim Panja Tata Kelola Kawasan Batam. Dijadwalkan, Jumat besok (18/07), mereka akan menampung aduan masyarakat terkait tata kelola lahan dan tata ruang di Hotel Marriott, Harbour Bay. (A)



