BatamNow.com – Berbagai macam pos belanja Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) pada tahun 2024 menjadi sorotan publik, setelah diketahui bahwa kantor pemerintah daerah itu defisit anggaran.
Tak hanya beban gaji dan tunjangan pegawai yang menyedot anggaran hingga lebih dari 40 persen atau sekitar Rp 1,3 triliun, belanja barang dan jasa umum juga tercatat fantastis, hampir mencapai Rp 777 miliar.
Dalam Laporan Keuangan Pemprov Kepri tahun 2024 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat deret pengeluaran menjadi beban anggaran daerah.
Salah satunya terkait belanja jasa pencucian pakaian dan pembelian peningkat daya tahan tubuh.
Berikut beberapa rincian dalam tabel belanja barang dan jasa Pemprov Kepri:
Belanja penambah daya tahan tubuh: Rp 20.925.000.
Padahal dalam laporan itu juga ada belanja obat-obatan sampai lebih dari Rp 4 miliar.
Ada lagi belanja jasa pencucian pakaian, alat kesenian dan kebudayaan, serta alat rumah tangga: Rp 382 juta.
Belanja pemeliharaan alat kantor dan rumah tangga: Rp 231.809.200.
Belanja pemeliharaan mebel: Rp 323.524.000.
Belanja pemeliharaan alat pendingin: Rp 1.975.784.872.
Data laporan keuangan Pemprov Kepri ini menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas dan transparansi penggunaan anggaran daerah, terlebih dalam kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit. (A/Red)
Catatan: Ulasan ini adalah tayangan bersambung informasi temuan BPK di Pemprov Kepri.

