Saham Dua Emiten Asal Batam Drop di Akhir Minggu, PT Sat Nusapersada Tbk Melorot ke Rp 184, PURI ke Rp 344 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Saham Dua Emiten Asal Batam Drop di Akhir Minggu, PT Sat Nusapersada Tbk Melorot ke Rp 184, PURI ke Rp 344

29/Okt/2022 07:38
Saham PURI Kembali Menukik. Tenang! Sektor Properti Tetap Diminati
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dua emiten asal Batam harus mengalami nasib yang sama di akhir pekan ini. Nilai saham keduanya sama-sama turun. Pengamat pasar modal menduga kinerja perusahaan jadi alasannya turunnya nilai saham.

Dalam pengamatan BatamNow.com, Jumat (28/10/2022), diketahui nilai saham PT Sat Nusapersada Tbk (kode: PTSN), turun dua poin atau 1,08%, dari Rp 186 ke Rp 184 per lembarnya. Padahal, pada 20 Oktober lalu, nilai sahamnya sempat mencapai Rp 188. Kondisi ini juga berbanding terbalik dengan hari yang sama sebulan lalu, di mana nilai sahamnya sempat menyentuh Rp 195.

Kondisi serupa juga dialami emiten lainnya yang bergerak di bidang properti PT Puri Sukses Global Tbk (kode: PURI), yang nilai sahamnya melorot hingga Rp 344 dari sebelumnya Rp 364, turun 20 poin atau 5,49%, pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/10).

Meski begitu, kondisi ini lebih baik dari minggu lalu yang pernah menyentuh angka Rp 316 per lembarnya. Namun, mengalami penurunan drastis bila dibandingkan akhir bulan lalu yang mencapai Rp 448, pada 30 September 2022. Angka fluktuasi nilai saham PURI bulan ini cukup signifikan.

Baca Juga:  Sesmenko Minta Perkuat Pengawasan Aktivitas Layanan Kepelabuhanan di Batam

Pengamat pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, fluktuasi nilai saham juga dipengaruhi oleh kinerja perusahaan tersebut. “Bisa saja terjadi pelambatan kinerja sehingga nilai sahamnya merosot,” ujarnya kepada BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (28/10).

Menurutnya, di perdagangan selanjutnya, perusahaan tersebut harus meningkatkan kinerja di samping secara aktif terus mencermati isu-isu nasional, regional, dan internasional. “Baik PURI maupun PTSN harus aktif mendorong kinerja perusahaannya masing-masing, baik membuat terobosan atau mencari peluang-peluang baru yang mungkin bisa memperbaiki kinerja,” sarannya.

Meski begitu, diakuinya, saat ini banyak emiten mengalami pelemahan nilai saham. “Akhir minggu ini kondisi banyak emiten di Indonesia memang kurang baik. Terjadi banyak penurunan nilai saham,” tukasnya.

Sebagai catatan, grafik menurunnya saham PTSN secara terus menerus dalam kurun belasan tahun terlihat dari saham perdana tercatat Rp 580. Di tahun 2019 turun menjadi Rp 380 dan seterusnya hingga tahun ini. (RN)

Berita Sebelumnya

Jadi Inspektur Upacara Sumpah Pemuda, Gubernur Ansar Ajak Pemuda Bersatu Membangun Bangsa

Berita Selanjutnya

Kasus Gagal Ginjal Akut, Komisi III DPR Sebut Kemungkinan Pejabat BPOM Bisa Dipidana

Berita Selanjutnya
Dua Kasus Anak Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Kepri

Kasus Gagal Ginjal Akut, Komisi III DPR Sebut Kemungkinan Pejabat BPOM Bisa Dipidana

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com