BatamNow.com – Masalah pengelolaan persampahan di Kota Batam belum tuntas. Salah satunya, hingga kini, masih kerap ditemui tumpukan sampah di tepi jalan raya yang menjadi tempat pembuangan sampah (TPS) liar.
Misalnya, di pinggir jalan Letjen Soeprapto, Kibing, Kecamatan Batu Aji, di samping Sekolah Hidayatullah Batam.
Tumpukan sampah itu mengeluarkan bau yang sangat menyengat dan mengganggu bagi pelintas jalan maupun warga yang bermukim di sekitar.
Pantauan BatamNow.com di lokasi, memang telah dipasang garis kuning mengelilingi lokasi tempat sampah itu. Namun masih ada saja pihak yang membuang sampah di san.
“Sampah ini sudah sangat mengganggu apalagi kalau datang hujan sangat bau dan banyak lalat. Dulu itu sudah pernah dibersihkan tapi sekarang sudah bertumpuk lagi,” kata seorang warga Perumahan Bumi Sarana Indah kepada BatamNow.com, Senin (21/04/2025).
Perumahan itu salah satu dari beberapa pemukiman yang letaknya tak jauh dari lokasi tumpukan sampah.
Selain itu, kata warga, armada pengangkut sampah juga sudah sebulan ini tak mengambil sampah di perumahan. Biasanya diangkut sebanyak 2 kali dalam 1 bulan. Warga dikenai biaya Rp 9 ribu per bulan.
“Biasanya kan sampah yang di depan rumah diambil, kalau sekarang ini udah ada sebulan sampah di perumahan ini nggak pernah diambilnya. Makanya sampahnya bertumpuk di sana,” ujarnya.
Dikonfirmasi terkait persoalan persampahan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Herman Rozie tak merespons.
Sejak awal kepemimpinan baru di Kota Batam, penanganan masalah persampahan menjadi salah satu yang diprioritaskan. Hal tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad maupun Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Pada 3 Maret 2025, Pemerintah Kota Batam telah menambah armada arm roll truck dari PT Hino yang diserahkan langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup.
Lalu pada 27 Maret 2025, Walikota Batam menyerahkan 40 bin container sampah ke 8 kecamatan untuk mengatasi masalah sampah.
Namun tetap saja, hingga kini masih ditemukan tempat pembuangan sampah liar seperti di tepi Jalan Letjen Soeprapto, Batu Aji. Persoalan serupa juga terjadi di banyak kawasan lain di Batam. (Hendra)

