Catatan Redaksi BatamNow.com
BatamNow.com – Tahapan Pemilu berikutnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari 2024, setelah dua bulan lebih seronok alat peraga kampanye (APK) mewarnai proses tahapan Pemilu di Kota Batam.
APK berukuran besar kecil dengan beragam tampang para caleg tingkat kota, provinsi, pusat dan calon DPD, hingga capres-cawapres, kini sudah digulung. Aturan KPU, APK hanya boleh dipasang sejak November 2023 sampai 10 Februari 2024. Setelahnya masa tenang hingga hari pemungutan suara.
Dari 1,3 juta penduduk Batam, sebanyak 851.614 pemilih dalam DPT yang sudah ditetapkan KPU Kota Batam, 20 Juni 2023.
Masyarakat akan berbondong-bondong ke TPS masing-masing untuk menggunakan hak pilih dan hak suara politiknya di bilik rahasia yang disiapkan panitia Pemilu.
Diharapkan pesta demokrasi dengan prinsip bebas dan rahasia pada periode ini akan aman dan damai bertepatan pada Hari Kasih Sayang se-dunia yang jatuh pada 14 Februari 2024.
Diharapkan juga hasil Pemilu kali ini satu proses demokrasi yang semakin berkualitas, tanpa money politic atau dengan serangan pajar dan sebagainya, meski banyak yang tidak percaya itu.
Kini di hari tenang menjelang hari-H, kegiatan para caleg bisa saja dalam suasana super sibuk nan menegangkan bersama tim sukses masing-masing.
Bisa jadi wajah para caleg, kini, tidak seceria atau sesemringah pada tampilan di APK.

Memungkinkan terlihat semakin tegang, wajah mengkerut karena kurang istirahat serta berpacu dengan strategi masing-masing dengan harapan atau optimisme lolos mendapatkan kursi.
Deringan suara handphone dan pesan WhatsApp diyakini berlangsung dengan super aktif jelang ke TPS , apalagi dari para pemilik suara yang mengharapkan “angpau”.
TPS adalah tempat utama untuk menyeleksi siapa-siapa yang paling dipercaya masyarakat menjadi wakilnya duduk kursi yang disakralkan itu.
Begitu banyaknya para caleg yang bertarung, namun sangat terbatas kursi tersedia. Artinya, dipastikan akan banyak para caleg belum
mendapat kesempatan.
Hindari Depresi
Untuk itu, para caleg yang akan dipilih dua hari lagi, selain perlu mempersiapkan ketahanan fisik juga perlu kesiapan mental yang kuat, baik sebagai pemenang terlebih bagi caleg gagal.
Kesiapan mental untuk kalah harus lebih unggul dari kesiapan mental untuk menang, itu pesan dan kata-kata bijak dari para filsuf.
Pesan ini perlu dicamkan, karena belajar dari Pemilu periode sebelumnya tak sedikit caleg gagal mengalami depresi dan mengalami stres berat. Apalagi bagi mereka yang tadinya ambisius.
Bahkan sudah umum mulai menjelang Pemilu, rumah sakit dan rumah sakit jiwa dipersipakan untuk menerima caleg yang stres karena gagal.
Banyak faktor penyebab dari kegagalan itu. Berbagai kisah nyata yang memprihatinkan dari para caleg gagal periode Pemilu sebelumnya. Soal dana yang ludes selama proses sosialisasi, dan masalah harga diri untuk menanggung malu. Itulah pemicu munculnya gangguan mental tadi.
Bisa jadi dana yang dihabiskan dikuras dari uang tabungan. Diperoleh dari pinjaman dengan bunga yang cukup tinggi atau hasil dari menjual aset tidak bergerak maupun bergerak.
Lalu bagaimana nasib ekonomi keluarga mereka ke depan, bagi caleg gagal yang sudah berkeluarga?
Apalagi bagi para caleg baru yang merasa percaya diri (pede) untuk menang tanpa memperhitungkan secara seksama tingkat elektabilitasnya.
Belum lagi karena iming-iming dari tim sukses yang piawai meyakinkan calegnya yang kadang lebih pintar dari caleg itu sendiri kala meyakinkan masyarakat calon pemilihnya.
Kadang hitungan di atas kertas yang disajikan tim sukses, mengada-ada. Belum lagi para tim sukses yang tak jujur apalagi setia. Mereka banyak yang bermain dua dan tiga kaki, pasti selalu memberi angin segar: “kita akan menang”.
Namun begitu kertas suara dari kotak suara dihitung penyelenggara Pemilu, jumlah pemilih hanya hitungan jari, malah jauh lebih banyak dari jumlah kepala kambing yang dipotong untuk dimakan bersama dalam beberapa acara seremoni sosialisasi yang meriah.
Kesiapan kekuatan mental untuk menghindari stres khususnya bagi para caleg yang belum bernasib mujur pada periode ini amatlah diperlukan. Paling tidak membekali diri sebagai penambah imun saat terguncang dalam suasana kekalahan.
Salah satunya dengan cara memahami kata-kata bijak dan motivasi para motivator seperti Marlyin Bis Savan yang mengatakan, “Kalah adalah kondisi sementara, menyerah adalah hal yang membuat kekalahan jadi permanen”.
”Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” Tyrion Lannister
Artinya periode ke depan masih ada waktu untuk menang. Coba lagi!
Kata bijak ini perlu dan menjadi obat yang tak berbayar. Kalau tidak kisah-kisah kejadian caleg gagal yang tak sedikit mengalami depresi dan stres berat akan bermunculan.
Dan bisa terjadi gangguan jiwa permanen yang semakin parah karena biaya untuk berobat atau konsultasi ke dokter psikolog atau psikiater tak ada lagi. Syukur-syukur masih ada BPJS. (*)

