BatamNow.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Suara Advokat Indonesia (SAI), Patra M. Zein, mengapresiasi perkembangan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi SAI Batam yang dinilai terus menunjukkan kemajuan sejak berdiri pada 2016.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Peradi SAI Batam yang digelar di Hotel AP Premier, Batam, untuk memilih ketua baru sekaligus menyusun arah organisasi ke depan.

Menurut Patra, peningkatan jumlah anggota serta semakin aktifnya berbagai kegiatan organisasi menjadi indikator positif perkembangan DPC Peradi SAI Batam selama hampir satu dekade terakhir.
“Kami dari Dewan Pimpinan Nasional Peradi Suara Advokat Indonesia memberikan apresiasi penghargaan yang tinggi kepada pengurus DPC Peradi SAI Batam. Kita tahu sejak tahun 2016 sampai hari ini anggota makin bertambah dan aktivitas organisasi telah berjalan,” ujarnya, Sabtu (27/06/2026).
Ia berharap kepengurusan hasil Muscab mampu membawa organisasi menjadi semakin solid, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi para advokat, tetapi juga masyarakat.
“Kami berharap setelah ini DPC-nya makin paten, makin baik, makin bagus, tidak hanya memberikan manfaat bagi advokat, tetapi juga mesti bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, kelompok marginal dan buta hukum,” kata Patra.
Ia menjelaskan, baik di tingkat DPN maupun DPC, Peradi SAI memiliki komite bantuan hukum yang bertugas memberikan pendampingan kepada masyarakat kurang mampu.

Patra mencontohkan berbagai persoalan yang memerlukan pendampingan advokat, mulai dari jurnalis yang mengalami kriminalisasi, masyarakat yang menjadi korban penggusuran paksa, hingga warga tidak mampu yang kesulitan memperoleh akses keadilan.
“Ada wartawan yang dikriminalisasi atau ditakut-takuti, bela. Ada masyarakat miskin yang digusur paksa, bela. Ada misalnya yang tidak mampu, bela. Itulah tugas advokat salah satunya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi advokat memiliki tanggung jawab sosial yang besar sehingga tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan.
“Tugas advokat tidak hanya mencari cuan, tetapi juga mencari pahala,” ujarnya.
Sementara itu, Muscab DPC Peradi SAI Batam hanya diikuti satu calon ketua, yakni pihak petahana, Alfi Ramadhania, yang akrab disapa Ibu Nia.
Dengan hanya satu kandidat, pemilihan berpeluang berlangsung secara aklamasi.

Usai kegiatan, Alfi mengatakan kepemimpinannya selama ini mengedepankan kebersamaan dan soliditas organisasi, bukan sekadar jabatan.
“Saya selalu mengutamakan kebersamaan dan kesolidan bersama anggota. Saya sendiri sebagai Ketua DPC tidak penting itu kekuasaan, jabatan, itu tidak penting sebenarnya, yang penting adalah bagaimana saya bisa merangkul semua anggota-anggota saya,” ujarnya.
Ia menegaskan DPC Peradi SAI Batam harus menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan kepada para advokat yang menghadapi persoalan saat menjalankan profesinya.
“Jika ada anggota saya yang bermasalah, kita sebagai DPC Peradi SAI Batam harus berada di depan-depan untuk membela adovokat-advokat anggota kita,” katanya.
Alfi mengungkapkan, DPC Peradi SAI Batam saat ini memiliki 177 anggota. Namun, setelah memperhitungkan anggota yang meninggal dunia maupun yang belum memperpanjang keanggotaan, jumlah anggota aktif tercatat sekitar 138 orang.
Terkait pencalonannya kembali sebagai ketua, Alfi mengaku memiliki banyak harapan bagi organisasi. Meski demikian, ia memilih menyusun visi dan misi yang realistis serta dapat diwujudkan bersama seluruh anggota.
“Visi misi nanti juga tidak akan muluk-muluk, karena misi saya seperti ini visi saya seperti ini saya tidak mau berutang,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak bergantung pada sosok ketua semata, melainkan hasil kerja sama seluruh anggota.
“Saya percaya dengan kinerja seluruh anggota, dengan kekeluargaan, kebersamaan, dan kesolidan seluruh anggota, semuanya hal-hal yang sulit akan menjadi mudah dan pasti akan ada jalan keluarnya,” pungkasnya. (H)

