BatamNow.com, Jakarta – Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong membawa misi khusus dalam pertemuan Leaders Retreat Indonesia dan Singapura yang rencananya akan diadakan di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, 25 Januari mendatang.
“Selain membicarakan progres kerja sama bilateral di antara kedua negara yang telah terjalin selama ini, kedua pemimpin negara tersebut juga akan lebih mengeksplor kesempatan ke depan terkait dengan kepentingan bersama,” Sekretaris Pers Perdana Menteri Lee Hsien Loong, dalam siaran persnya, Kamis (20/01/2022), seperti dikutip dari Channel News Asia.
Kantor Perdana Menteri Singapura (PMO) juga memastikan Lee Hsien Loong akan hadir pada pertemuan tersebut. “Tuan Lee akan mengunjungi Bintan, Indonesia, pada 25 Januari untuk Retret Pemimpin Singapura-Indonesia, yang diselenggarakan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo,” kata PMO.
Meski begitu, PMO tidak menjelaskan lebih rinci terkait apa muatan dari pertemuan tersebut dan penandatanganan apa yang akan dilakukan oleh kedua pemimpin negara tersebut. Dikabarkan, Presiden Jokowi dan PM Lee Hsien Loong akan menyepakati tiga hal yakni, kerja sama di bidang pertahanan, perjanjian ekstradisi, dan pengelolaan Flight Information Region (FIR).
Kedua pemimpin negara ASEAN tersebut terakhir kali bertemu pada 8 Oktober 2019. Agenda rutin Leaders Retreat ini sejatinya diadakan setiap tahun, namun lantaran pandemi harus tertunda selama dua tahun.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kepada CNA, November lalu, pernah mengungkapkan rencana pertemuannya dengan PM Singapura akan membicarakan kemungkinan pembukaan perbatasan kedua negara.
“Kami akan mendiskusikan perjanjian travel corridor yang kami harapkan dibuka, tetapi tidak berlaku di seluruh bagian Indonesia. Mungkin antara Bintan dan Singapura atau Bali dan Singapura, Jakarta dan Singapura,” kata Presiden Jokowi. (RN)

