Serangan Pertama Biden, AS Gempur Pasukan Pro-Iran di Suriah - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Serangan Pertama Biden, AS Gempur Pasukan Pro-Iran di Suriah

by BATAM NOW
26/Feb/2021 09:08
Bom Meledak di Pemakaman Non-Muslim di Jeddah

Ilustrasi ledakan. (F: iStockphoto)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke kelompok milisi yang didukung Iran di Suriah, Jumat (26/02/2021) waktu setempat.

Dilansir CNNIndonesia.com, Pentagon mengatakan serangan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Joe Biden.

“Atas arahan Presiden Biden, pasukan militer AS melakukan serangan udara terhadap infrastruktur yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran di Suriah timur,” kata juru bicara Pentagon John Kirby dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari AFP.

Menurut dia, serangan ini merupakan respons atas serangan roket yang menghantam pangkalan militer AS di Irak beberapa pekan lalu.

“Serangan ini sebagai tanggapan atas serangan baru-baru ini terhadap personel Amerika dan Koalisi di Irak, dan ancaman yang sedang berlangsung terhadap para personel itu,” katanya.

Seperti dikutip dari Reuters, ini merupakan serangan pertama AS semenjak dipimpin Biden pada 20 Januari lalu.

Keputusan Biden untuk menyerang Suriah, bukan Irak, setidaknya untuk saat ini, dinilai untuk memberi ruang bagi pemerintah Irak melakukan penyelidikan atas serangan yang terjadi pada 15 Februari lalu.

Menurut Kirby, serangan itu menghancurkan sejumlah fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh kelompok militan yang didukung Iran, termasuk Kata’ib Hezbollah dan Kata’ib Sayyid al-Shuhada.

Sebanyak tiga roket menyerang bandara Erbil, Irak, salah satu di antaranya menghantam kompleks militer yang menjadi basis koalisi pasukan AS pada 15 Februari lalu.

Hujanan roket tersebut merupakan yang pertama menyasar fasilitas diplomatik AS di Irak sejak dua bulan terakhir.

Fasilitas militer dan diplomatik AS dan negara Barat kerap menjadi sasaran puluhan roket dan serangan bom sejak 2019 lalu. Sebagian besar serangan terjadi di Baghdad.

AS dan Irak menyalahkan kelompok bersenjata termasuk faksi pro-Iran Kataeb Hisbullah dan Asaib Ahl al-Haq terhadap serangan-serangan tersebut.

Kedua kelompok itu sangat menentang kehadiran tentara AS dan koalisi asing sejak 2014 itu. Koalisi AS hadir di Irak untuk membantu militer negara itu melawan kelompok ISIS.

Setelah kejatuhan ISIS, koalisi asing telah memulangkan lebih dari 3.500 pasukan, termasuk 2.500 personel AS.

Sumber koalisi menuturkan basis bagi sebagian besar koalisi asing itu berada di kompleks militer bandara Erbil.

Pada Oktober lalu, AS mengancam akan menutup kedutaan besarnya di Baghdad jika serangan roket tak berhenti. Hal itu membuat kelompok ekstremis setuju menerapkan gencatan senjata.(*)

Berita Sebelumnya

Abaikan Kepentingan Publik, Ketua PWI Jabar Minta Jurnalis Tanggalkan Profesi

Berita Selanjutnya

Ramai Penembakan di Cengkareng, Ternyata Tidak Sembarang Anggota Polisi bisa Pegang Senpi

Berita Selanjutnya
Aiptu Robin Silaban Ditembak Orang Tak Dikenal di Medan

Ramai Penembakan di Cengkareng, Ternyata Tidak Sembarang Anggota Polisi bisa Pegang Senpi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com