BatamNow.com – Pengunduran diri Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dari jabatan Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau memantik beragam tafsir politik.
Keputusan itu diambil setelah sekitar setahun memimpin DPW dan hampir satu dekade berkiprah di NasDem sejak menjabat Ketua DPD NasDem Batam pada 2016.
Posisinya kini digantikan Pietra Machreza Paloh. Pergantian ini menarik perhatian karena Amsakar terpilih sebagai Wali Kota Batam dengan dukungan NasDem dan telah setahun memimpin bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Fokus Pemerintahan
Alasan resmi yang disampaikan adalah ingin fokus pada tugas pemerintahan. Dengan posisi ganda sebagai Wali Kota dan Kepala BP Batam, langkah mundur dari jabatan partai dinilai sebagai upaya menjaga profesionalitas dan menghindari potensi konflik kepentingan.
Meski demikian, dalam praktik politik nasional, kepala daerah merangkap jabatan partai bukan hal yang asing.
Dinamika Internal dan Koalisi?
Sebagai jabatan strategis, Ketua DPW memiliki bobot politik besar. Mundurnya Amsakar bisa dibaca sebagai reposisi internal atau strategi menjaga fleksibilitas politik, terutama di tengah tuntutan stabilitas investasi dan proyek strategis di Batam.
Spekulasi juga mengaitkan keputusan ini dengan dinamika koalisi, mengingat wakilnya berasal dari Partai Gerindra yang kini dominan di tingkat nasional.
Namun koalisi Pilkada Batam melibatkan sekitar 11 partai, dan sejauh ini tak ada pernyataan resmi soal benturan politik di daerah.
Pada akhirnya, publik akan menilai dari dampaknya: apakah langkah ini murni untuk efektivitas pemerintahan atau bagian dari kalkulasi politik yang lebih luas. Waktu yang akan menjawab. (Red)

